Jejak Karya Lewis Allan 'Lou' Reed

Jejak Karya Lewis Allan 'Lou' Reed

- detikHot
Senin, 28 Okt 2013 14:55 WIB
Jejak Karya Lewis Allan Lou Reed
Jakarta -

Sukses Bersama The Velvet Underground

Bersama dengan John Cale, Sterling Morrison dan Maureen Tucker, Lou membentuk The Velvet Underground di tahun 1964. Dengan musik percampuran psychedelic rock dan avant-garde yang diusungnya, The Velvet Underground menarik perhatian seniman Andy Warhol yang akhirnya berperan aktif sebagai manajer yang membesarkan grup ini.

Peran Lou sebagai vokalis sekaligus gitar memang yang memotori lahirnya lima album selama periode 1967-1973. Lou Reed hengkang dari band pada tahun 1970 dan kemudian bersolo karier di tahun 1972.

Sukses Solo Karier

Setelah memutuskan bersolo karier, pada Desember 1972 lahirlah album perdananya bertajuk 'Transformer' yang fenomenal hingga hari ini, terutama dengan hits single 'Walk On Wild Side'. Berturut-turut setelahnya, setahun sekali Lou Reed melahirkan album yang mengundang perhatian publik musik dunia, ada 'Berlin (1973)', 'Sally Can't Dance (1974)' dan seterusnya hingga tahun 2011 bertajuk 'Lulu' bersama Metallica.

Membidani Lebih dari 30 Album

Berhasil memberikan pengaruh positif bagi perkembangan musik dunia, Lou Reed tercatat membidani total 37 judul album. 12 album bersama The Velvet Underground ditambah 25 album secara solo karier. Tak pelak kemudian karya-karyanya menjadi acuan banyak musisi rock setelahnya.

Rockstar Sekaligus Aktor

Tidak hanya berhasil menjadi seorang rockstar, Lou Reed ternyata juga sempat membantu dunia perfilman di Amerika. Setidaknya menyumbangkan dirinya untuk berakting di 1 judul film sejak tahun 1980. Film terakhir yang diperankannya tercatata pada tanggal 2008 berjudul 'Palermo Shooting' dimana Lou berperan sebagai dirinya sendiri.

Kolaborasi Bersama Metallica

Sebelum kematiannya, Lou Reed banyak melakukan hal-hal yang akan dikenang selamanya, salah satunya adalah kolaborasinya bersama grup band heavy metal Metallica. Bahkan keduanya kemudian merilis album bertajuk 'Lulu' pada tahun 2011.

Walaupun beberapa kritik pedas terdengar, tapi harus diakui bahwa album ini akan menjadi salah satu memoar terbaik seorang Lou Reed di panggung musik dunia. Ditambah, sebuah buku yang ditulis oleh Bernard Comment berjudul 'LOu Reed: Rimes/Rhymes' pada 2012 yang dicetak dua bahasa, Perancis dan Inggris.

Walk on the peace side, Lou...

Halaman 2 dari 6
(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads