"Tema festival kali ini mengusung 'Asyiknya Kebersamaan dalam Kolaborasi Budaya' dalam rangkaian acara ini akan menampilkan Vicky Sianipar. Vicky memang sangat diikenal rajin mengotak-atik musik menjadi etnik," ucap Brand Manager Sampoerna Kretek, Astari Fitriani dalam jumpa pers di Lapangan Stadion Yos Sudarso, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2013).
Serunya lagi, dalam pertunjukan musik ini Vicky Sianipar akan dipertemukan oleh musisi tradisional, Komunitas Seni Congrock Karimoeni. Dalam kesempatan yang sama Vicky juga menyatakan kalau kolaborasi dengan musisi lokal adalah suatu tantangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi musisi kelahiran 26 Juni 1976 ini, musik keren belum tentu bisa buat orang bertahan menyaksikan sampai akhir. Sedangkan definisi asyik di sini, orang tetap asyik ikut tertawa dan joget sampai akhir sambil menikmati musik yang disajikan.
Selain berkolaborasi dengan musisi tradisional, penampilan Vicky juga akan dibantu oleh Anji dan Ira Swara. Tak hanya sekadar bernyanyi, Anji dan Ira juga akan mengemas acara dengan sebuah cerita.
"Untuk persiapannya pada dasarnya dibagi menjaddi 3 yaitu pembuatan konsep lumayan sekitar sebulan, untuk membahasakan panggung dengan kata-kata asyik itu susah, aransemen lagu juga butuh sekitar 1 bulan juga," lanjut Vicky.
Memang tidak mudah menggabungkan dua musik yang berbeda. Bagi Vicky, kini saatnya seniman besar memberikan ruang dan peluang pada seniman lokal.
Dalam penampilan di Tegal, Vicky Sianipar, Ira Swara, dan Anji menyanyikan 10 diantaranya Cuca Rowo, Cari Jodoh, Curi-curi Pandang, Sik Asyik. Setiap kota, Vicky juga akan dikolaborasikan dengan musisi tradisional yang berbeda.
(ich/ich)











































