Sisi melankolis mereka justru seperti menjadi daya tarik bagi Virgoun Cs. Jadi jangan langsung menilai sebelum mendengar lagu-lagu mereka.
Grup yang mengawali karier sebagai band indie itu menuturkan bahwa musik mereka sangat terpengaruh oleh perkembangan musik band-band idola mereka. Alhasil, musik mereka pun ikut berubah mengikuti zaman yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aransemen yang sekarang juga nggak makin rumit. Apalagi fisik nggak bisa kayak Last Child dulu yang bawain lagu upbeat," sambungnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Berbagai grup band Emo asal Negeri Paman Sam menjadi inspirasi mereka. "Band-band Amerika kayak Dashboard Confessional, Boys Like Girls, Rocket to The Moon, Secondhand Serenade, All American Reject," tuturnya.
Virgoun selaku pecipta lagu terbanyak sendiri mengaku memang harus lebih mengikuti perkembangan musik saat ini. Tak hanya itu, sebagai band industri pun harus melihat apa yang saat ini tengah dinikmati oleh para pecinta musik Indonesia.
Selain itu, jika bicara cara pakaian pun Last Child mencoba untuk lebih dewasa. Sadar bahwa kini mereka menjadi sorotan publik, mereka pun mencoba berpakaian lebih pantas.
"Ya kalau sekarang soal fashion juga harus diperhatikan. Nggak bisa asal-asalan jadi harus mikirin semua juga," jelasnya.
(fk/mmu)











































