Ironi itu muncul saat band-band Indonesia justru ditempatkan di second line. Dalam arti, musisi-musisi Indonesia ditempatkan tidak sejajar dengan pengisi band Internasional.
Setidaknya hal itu dirasakan oleh gitaris band Edane, Eet Sjahranie. Ia pun berharap musisi Indonesia tak hanya diibaratkan 'numpang lewat' dalam festival besar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masukan gue ya sebenarnya senang-senang aja bisa manggung, tapi banyak faktor yang lumayan wanti-wanti jangan sampai malah kita yang seperti cheerleader aja," sambungnya.
"Sebuah band di sini memang hanya bisa andil di Indonesia saja kah? Harus ada support bisa didorong keluar lagi," tegasnya.
(fkh/mmu)











































