Tapi secercah harapan timbul saat pihak pemerintah melalui Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Gita Wirjawan melakukan pertemuan dengan para musisi Indonesia diantaranya, Ikang Fauzi, Tompi dan Sam Bimbo. Pertemuan tersebut tak lain membahas pembajakan atas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Pertemuan itu juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pembajakan yang kian menggila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga sudah sepakat untuk melakukan ini bersama ke masyarakat untuk lebih bertanggung jawab," tegasnya.
Meski anggap telat, Gita tetap yakin dengan semangat pemerintah untuk menghilangkan pembajakan dari kamus industri musik Indonesia. Apalagi fakta terpapar bahwa musisi sangat dirugikan dengan pembajakan.
"Memang ini sudah lama terjadi, kepentingan kita. Tadi juga banyak yang tanya apa ini akan benar-benar lebih baik. Di sini kita punya semangat. Kalau mereka hanya mendapat potensi 10 persen. Saya juga bersedia menjadi duta pemberantasan pembajakan," ungkap penuh semangat.
"Dan saya di Kementerian Perdagangan, saya punya kewajiban untuk mengedukasi
masyarakat. Kita yang real-real saja. Hak cipta mereka ini lebih bisa diapresiasi," timpalnya.
Salah satu musisi yang ikut pertemuan itu, Tompi mengaku sangat senang dengan pertemuan tersebut. Baginya harapan besar timbul dengan kepedulian dari pemerintah ini.
"Harapan kami pertama menjadikan industri musik sebagai industri negara. Kita juga akan menjadikan musisi sebagai personal yang cerdas," tutur Tompi.
(fkh/mmu)










































