Tapi, tentu saja hal itu bukan monopoli lagu milik artis asing. Tak sedikit juga lagu karya musisi Tanah Air yang punya kemampuan sama. Dengarkan sekali lagi 5 lagi di bawah ini!
Opick - Bila Waktu
|
|
Opick ingin menceritakan bahwa dunia ini adalah sementara, tidak ada yang harus terlalu dibanggakan, suatu saat nanti kita (manusia) pasti akan maeti dan menghadap kepada Sang Pencipta. Opick juga ingin mengingatkan bahwa perbanyaklah amal karena hanya itulah teman sejati kita (manusia).
Suara merdu Opick ditambah lirik yang sangat menyentuh, tentu dipastikan lagu ini akan membuat bulu kuduk anda berdiri sejadi - jadinya.
Chrisye - Ketika Tangan dan Kaki Berkata
|
|
Secara lugas dalam lirik - liriknya, Chrisye mengatakan, 'akan tiba masa tak ada suara, dari mulut kita / berkata tangan kita, tentang apa yang dilakukan / berkata kaki kita, kemana saja dia melangkah / Tanggung jawab tiba, ya Robbana.
Ada sebuah cerita yang saat mendia Chrisye merekam lagu ini, dikatakan bahwa saat di tengah-tengah proses rekaman pelantun 'Kala Cinta Menggoda' itu menangis dan bergetar seluruh tubuhnya sampai tak mampu lagi melanjutkan rekaman. Kemudian Chrisye beristirahat sejenak dan menunaikan salat sunnat dengan sang istri sebelum akhirnya menyelesaikan lagu itu.
Potret - Bunda
|
|
Melly begitu cerdas memilih tiap kata dalam bait liriknya untuk menggambarkan setiap momen- momen indah bersama ibu. Dentingan piano sepanjang lagu tentu semakin melarutkan suasana yang memang sudah sendu sedari awal. "Oh Bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku," tutup Melly Goslaw dalam lagunya.
Iwan Fals - Bung Hatta
|
|
Iwan Fals yang bercerita betapa sedihnya rakyat indonesia ketika Bung Hatta, sebagai proklamator yang tersisa harus meninggalkan dunia selamanya. Berjuta kepala tertunduk menangis, mengiri kepergian sang bapak bangsa yang tercinta, setidaknya begitu kata penyanyi separuh abad ini dalam liriknya.
Sunan Kalijaga - Kidung Lingsir Wengi
|
|
Banyak orang mengatakan bahwa lagu ini ditujukan untuk memanggil arwah roh halus berwujud perempuan jika dinyanyikan atau bahkan didengarkan di malam hari. Tapi tahukah kalian bahwa lagu ini sebetulnya diciptakan oleh seorang wali songo, yaitu Sunan Kalijaga yang menceritakan tentang kebaikan?
Setidaknya itu yang tersirat dari lirik berbahasa jawa itu, "terbebaslah dari segala petaka. Jin dan setanpun tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat, guna guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku. Segala bahaya akan lenyap."
Jadi tidak ada salahnya bukan lagu ini didengarkan oleh siapa saja dan kapan saja.
Halaman 2 dari 6











































