Geliat Musik Metal di Era Modern

Main Stage

Geliat Musik Metal di Era Modern

- detikHot
Rabu, 24 Apr 2013 07:40 WIB
Geliat Musik Metal di Era Modern
(thinkstock)
Jakarta - Geliat musik metal sudah mulai membara di industri musik Indonesia sejak era 80'an. Seiring berjalannya waktu, dinamikanya pun terus bergejolak hingga kini.

Memasuki era modern, perkembangan musik metal pun tetap dinamis. Dimana digital domain akhirnya bisa masuk ke dalam idealisme musik tersebut.

Dari kacamata penikmat musik Indonesia, musik metal kini tengah menggelora. Bukan karena musik metal mulai bisa 'menduduki' label major, tapi juga karena invasi 'dedengkot' musik metal dunia yang unjuk gigi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyaknya musisi metal yang masuk ke Indonesia justru menguntungkan buat kita. Karena mereka bikin musik metal naik lagi dan bergairah lagi," ungkap salah satu musisi metal lawas yang juga pentolan band metal Sucker Head, Krisna kepada detikHOT.

Krisna menuturkan bahwa perkembangan musik global yang memang tengah lesu dalam penjualan fisik membuat para musisi khusus band metal diwajibkan lebih melebarkan jangkauannya ke Asia. Alhasil para pihak label bukan menjual fisil album tapi lebih ke show.

"Perkembangan secara global memang penjualan fisik sudah tidak bisa lagi. Sekarang yang dijual itu show, alhasil banyak yang mencari 'lahan' baru. Asia yang biasanya dilompatin pun jadi dipaksa untuk dihinggapi," ujarnya.

Krisna yang sudah terjun ke industri musik metal sejak era 80'an itu pun melihat industri metal Indonesia sudah melewati tiga periode masa 'sekarat'-nya. Dimana pada beberapa tahun ini memang tengah mereda geliatnya.

"Musik metal sendiri sudah ngalamin tiga kali periode, yaitu gelombang tahun 89-90, kedua tahun 96-97 hingga ketiga 2000'an. Kini setelah serbuan band luar, musik metal kembali bergeliat lagi," jelasnya.

(fk/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads