Grup musik yang telah menelurkan empat album itu pun sadar bahwa mereka masuk dalam musik minoritas. Tapi hal tersebut tak membuat mereka kehilangan percaya diri.
"Bukan nggak pede, tapi down to earth. Ini realita kita survive delapan tahun, klimaknya itu pas lagu 'Sudahlah'," ungkap Bondan saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berasa impack-nya karena orang suka ada sing along-nya. Kita baru nyiapin satu lagu dalam empat album," ujarnya.
"Kalau kita bicara rap itu industri, kita masih budaya pop, kita masih suka yang easy listening. Kita tidak mengusung musik yang pop tanda kutip," sambung Bondan.
(/)











































