Betapa bahagianya duo Endah N Rhesa ketika mereka berhasil memenangkan kompetisi konser di Midem Festival 2013 di Cannes, Prancis. Kompetisi tersebut menggunakan penilaian voting dan penjurian.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Endah N Rhesa akan tampil dua kali. Di acara tersebut pula akan berdatangan para musisi dari berbagai belahan dunia. Diskusi dan seminar seputar industri musik dunia pun dihelat di sana.
Pasangan suami istri itu pun tak menyangka bisa berjaya. Mereka senang sekaligus panik karena seluruh biaya transportasi dan akomodasi tak ditanggung panitia. Karena membawa nama Indonesia, mereka pun mencoba mengajukan proposal pada Kemenparektaf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya kita minta dukungan pemerintah, tapi di-cancel. Kita dapat berita yang simpang siur. Ibu Menteri katanya udah kasih support dan minta bawahnya segera sampaikan pada kita. Tapi dari kementerian lainnya belum terima pesan itu. Entah terhenti di mana, sementara kita butuh cepat," ujar manajer Endah N Rhesa, Rendy kepada detikHOT, Jumat (18/1/2013).
Sebenarnya, jika bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah, Endah N Rhesa bisa merasakan kebanggaan tersendiri. Namun the show must go on, mereka tak patah arang dan mencari dukungan dari pihak lain. Hingga akhirnya beberapa sponsor mau membiayai mereka berangkat ke Prancis membawa nama Indonesia.
Konser 'Warm-up Concert for Midem' pun digelar di Suhana Hall, Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan semalam, Kamis (17/1/2013). Konser tersebut didukung pula para musisi seperti Idang Rasjidi, Pandji Pragiwaksono, Be3 dan Trio Lestari. Konser tertutup tersebut digelar sekaligus untuk menggalang dana bagi para korban musibah banjir Jakarta.
"Semalam kita bikin konser pemanasan untuk berangkat ke Perancis. Sekalian menggalang dana untuk konser banjir. Kalau buat berangkat ke Prancis itu beda lagi, kita bersyukur sudah dapat dukungan sponsor," tegas Rendy.
(dee/mmu)











































