Hal tersebut diyakini seorang detektif swasta bernama Paul Huebl. Menurut Paul, Whitney dibunuh oleh dua orang pria yang berprofesi sebagai bandar narkoba.
Pelantun hits 'Greatest Love of All' itu diduga telah lama menjadi target para bandar narkoba besar di Los Angeles. Whitney disebut-sebut berutang memiliki hingga US$ 1,5 juta kepada bandar-bandar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paul juga memiliki CCTV dari dua pria yang diduga adalah pembunuh Whitney pada 11 Februari 2012 silam. Bukti-bukti tersebut telah diserahkan Paul pada FBI untuk ditindaklanjuti.
Whitney ditemukan terkapar di kamar mandi kamar 434 Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills. Tubuh Whitney terjatuh di lantai kamar mandi dengan posisi kepala terendam air di dalam bathtub. Ahli otopsi menyatakan kematian Whitney karena kecelakaan tenggelam.
Ketika tim paramedik datang, Whitney masih bernyawa. Lalu 25 menit kemudian tim paramedik menyatakan waktu kematian Whitney. Kala itu pihak kepolisian setempat menyatakan tak akan tanda-tanda kriminal dalam kasus tersebut. Meski begitu pihak berwenang terus melakukan penyelidikan hingga sebulan kemudian secara resmi mereka mengumumkan Whitney meninggal karena efek penyakit jantung dan penggunaan kokain. Di tubuh Whitney ditemukan kokain yang berserakan.
Whitney menginap di Beverly Hilton Hotel untuk menghadiri acara pesta pra Grammy Awards yang diadakan produser Clive Davis. Pria berusia 80 tahun itu berperan besar atas sukses yang diraih Whitney. Di hari yang sama, Whitney juga melakukan pertunjukan perpisahannya. Bersama Kelly Price ia menyanyikan lagu 'Jesus Loves Me' di Hollywood, California.
Di balik kepopuleran dan sukses yang diraih Whitney, ternyata ia tak begitu mujur soal kehidupan pribadinya. Ia bercerai dan bermasalah dengan Bobby Brown, Whitney juga dinyatakan bangkrut dan sempat kecanduan narkoba. Bagaimana lika-liku kehidupan dan karier diva peraih enam piala Grammy tersebut?
(dee/mmu)











































