Konser dibuka penampilan dengan aksi api di sekeliling panggung. Juga di sudut panggung tempat sebuah mesin semacam mesin las beraksi memercikkan api ke sana-sini.
'Temperature' dan 'Tak Ada Logika' dinyanyikan dengan enerjik. Dengan kulit yang kehitaman dan rambut keriting, Agnes tampaknya sangat bersemangat menyapa para fans yang berteriak-teriak memanggil nama dan membawa poster-poster berisi tulisan dukungan pada Agnes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berganti baju dengan hot pants bertabur payet berwarna emas dan rompi broken white, kini giliran lagu bernada sendu dinyanyikan. 'Rapuh', Rindu', dan 'Matahariku' pun dinyanyikan. Agnes sempat mengacungkan jempolnya ke arah penonton yang kompak bernyanyi bersama.
'Paralyzed' dan 'Shake It Up' kembali menghentak. Dilanjutkan dengan 'Bukan Milikmu Lagi' dengan aransemen yang berbeda sambil duduk di tempat menyerupai sangkar burung yang tergantung di langit-langit. 'A.G.N.E.Z', 'Shut Em Up', dan 'Bilang Saja' pun semakin memanaskan suasana.
"Selama 20 tahun berkarier I have to say thanks sama my Lord. Pada saat saya bisa, I know it's not about me. I know it's because I have God who care," ujar Agnes sambil melanjutkan menyanyikan satu lagu diiringi piano.
Dua jam Agnes sukses memuaskan penggemarnya. Namun yang sedikit mengecewakan adalah di beberapa lagu Agnes menyanyi secara lipsync, termasuk satu lagu terbarunya 'Muda'.
(ast/nu2)











































