Yoko Ono, Madonna & Bjork Serukan Pembebasan Pussy Riot dari Penjara

Yoko Ono, Madonna & Bjork Serukan Pembebasan Pussy Riot dari Penjara

Adhie Ichsan - detikHot
Senin, 13 Agu 2012 14:17 WIB
Jakarta - Selain sebagai sarana hiburan, musik juga digunakan sebagian musisi untuk menyuarakan pandangan politiknya. Contohnya adalah band punk feminis Pussy Riot yang harus mendekam di penjara gara-gara mengkritik pemerintahan Vladimir Putin.

Menurut laporan NME, tiga wanita anggota band tersebut ditangkap usai menampilkan 'punk prayer' dan tindakan hooligan di Cathedral of Christ the Saviour, Moskow beberapa waktu lalu. Sementara tiga anggota band lainnya dilaporkan sedang sembunyi dari pihak berwajib Rusia.

Tak lama setelah penangkapan tersebut, berita cepat menyebar. Para musisi di seluruh dunia turut memberikan dukungan kepada para anggota Pussy Riot yang ditangkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai seorang musisi dan seorang ibu, saya ingin menyampaikan rasa tidak setuju hukuman penjara atas protes damai mereka," kata Bjork dalam sebuah pernyataan di website resminya. "Mereka saat ini sedang diadili dan terancam tujuh tahun penjara untuk itu."

"Menurut saya pemerintah Rusia harus membiarkan mereka pulang ke keluarga mereka dan anak-anaknya," lanjutnya, sebelum menyimpulkan, "Saya ingin mengajak Pussy Riot untuk bergabung dengan menyanyikan lagu di atas panggung yang ditulis untuk semua peningkatan keadilan. "

Dukungan juga datang dari Janda John Lennon, Yoko Ono dan penyanyi kontroversial Madonna. Yoko mengeluarkan surat terbuka yang berisi, "Mr Putin, Anda adalah orang bijak, Anda tidak perlu bertarung dengan musisi dan teman-teman mereka. Tolong bebaskan Pussy Riot, dan sisakan ruang di penjara bagi para kriminal serius!."

(ich/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads