Membawakan lagu tersebut jadi tantangan tersendiri bagi pria yang lahir dan besar di Singapura itu. Lagu tersebut punya range vokal suara perempuan. Sehingga, Nathan harus banyak menyesuaikan diri.
Nathan mendapat bantuan dari Andi Rianto untuk membuat racikan musik baru di lagu tersebut. Tantangan pun semakin besar bagi Nathan karena pria berusia 21 tahun itu tak bisa berbahasa Indonesia. Nathan dengan keras mencoba melafalkan lagu tersebut secara jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nathan juga punya formula tersendiri untuk membawakan lagu yang pernah dipopulerkan orang lain sebelumnya. Caranya, ia tidak sering-sering mendengarkan lagu tersebut. Hanya tiga atau empat kali mendengarkan, Nathan akan coba untuk mengingat nadanya.
Setelah itu ia akan mencoba menyanyikannya dengan caranya sendiri. Dari situ Nathan bisa menemukan identitas lain dari lagu tersebut setelah berganti penyanyi. Cara itu dinilai Nathan berhasil dan itu pula yang ia terapkan di lagu 'Terlanjur Sayang'.
"Ketika membuat cover song, saya selalu ingin mempertahankan jiwa dari penyanyi terdahulunya. Tapi dengan cara saya," jelasnya.
Single 'Terlanjur Sayang' jadi awalan bagi Nathan menembus pasar Indonesia. Ia juga akan mempopulerkan kembali dua lagu lawas yaitu 'Sepanjang Jalan Kenangan' dan 'Layu Sebelum Berkembang'.
Mengingat Nathan piawai menciptakan lagu dalam bahasa Inggris, mengapa justru memilih mendaur ulang lagu Indonesia?
"Cara terbaik untuk memperkenalkan diri di Indonesia ya dengan bahasa. Tapi ketika bernyanyi di Deluxe Symphony saya menyanyikan lagu Inggris dan Indonesia yang di-medley. Dari situ orang bisa tahu saya bisa melakukannya. Walau mungkin bahasa saya masih terdengar kacau. Saya masih banyak belajar," tuturnya.
(yla/mmu)