Sebagai pembuka konsernya, Gaga menggunakan dress panjang khas Filipina yang dirancang Giorgio Armani. Ia kemudian membawakan 'Judas', lagu yang juga diprotes karena dinilai sebagai penghinaan terhadap Yesus Kristus.
Dari atas panggung, penyanyi bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu juga menanggapi kritik dan protes yang ditujukan kepadanya. Gaga memang sudah mendengar berbagai protes di negara-negara yang akan ia kunjungi untuk konser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaga mengaku hanya ingin memberikan pertunjukan musik yang terbaik bagi penggemarnya yang disebut 'Little Monster'. Ia pun tak peduli dengan anggapan buruk beberapa pihak kepadanya.
"Beberapa orang mungkin berpikir jika aku berdiri untuk sesuatu hal yang tidak penting, sangat buruk atau sangat tak bertanggung jawab," ujarnya kepada penonton. "Dengarkan, kamu tidak harus menyoraki aku. Aku sedikit tak bertanggung jawab. Mari jujur, oke? Tidak apa-apa," ujarnya lagi.
"Tapi mereka tidak sepenuhnya benar. Yang benar adalah aku ingin yang terbaik untuk kalian. Aku mencintai kalian dengan sepenuh hati dan jiwaku."
Sebelum konser dimulai, 500 orang yang tidak setuju dengan kedatangan Gaga, berniat mendatangi arena konser sambil berjalan kaki seraya menyanyikan lagu religius. Namun kelompok itu dihentikan oleh polisi anti huru hara satu kilometer dari lokasi.
Gaga menggelar konsernya selama dua hari di Filipina. Pemerintahan setempat kemudian mengancam akan melarang konser kedua jika Gaga menampilkan 'doktrin tak bermoral, publikasi cabul serta pameran dan pertunjukan tidak senonoh.'
"Kami menghormati kebebasan berekspresi di negara ini. Kami juga menghormati kesenian dan budaya, tetapi hukum juga harus dihormati," ujar mantan Walikota Manila Lito Atienza, seperti dilansir The Age, Selasa (22/5/2012).
(ich/mmu)











































