Menurut tim produksi A7X, panggung yang didirikan promotor ShowMaxx Entertainment dan ER (Entertainment Ranger) di Pantai Karnaval Ancol tidak simetris. Tim lokal pun berusaha untuk melakukan perbaikan.
"Memang baru dua jam sebelum acara, manajer produksi menyatakan panggung tidak aman digunakan. Keamanan panggung mengkhawatirkan untuk keamanan pemain," ujar tim manajemen promotor ER Erie Posse dalam jumpa pers di Eclectic Cafe, Citos, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah mengikuti riders? Yes. Produksi juga sudah. Kita sudah memenuhi dan berusaha memenuhi riders yang dminta. Semua sudah berdiri dari 2 hari sebelum acara dan baru hari H dapat reaksi seperti ini. Kita wondering juga kok bisa," jelas Erie.
Promotor juga membantah adanya permintaan A7X yang ingin main di arena outdoor. Menurut mereka riders sudah disepakati sejak dua bulan lalu. A7X dengan jelas sudah tahu kalau konser akan berlangsung outdoor dan di Pantai Karnaval Ancol.
"Itu semua gosip. Ketika bidding ke mereka, kita udah detail masukin nama perusahaan, tanggal, tempat dan harga yang kita tawarkan. Itu semua ada di proses awal. Setelah semua deal, kita kontrak dan itu juga ada di kontrak. Terlalu konyol kalau alasan mereka ingin tempat outdoor jadi alasan untuk menjatuhkan kita," tutur Erie.
Promotor pun akhirnya tidak bisa berbuat banyak ketika A7X sudah membulatkan tekad untuk batal manggung. Mereka juga tidak mau mendapat risiko yang lebih besar.
"Daripada kecelakaan lebih baik terjadi pembatalan. Sebelumnya kita sudah berusaha memperbaiki dan menuruti standarnya, tapi ternyata tidak bisa. Hal ini juga sering terjadi di banyak negara. Panggung Rihanna juga pernah kebakaran gara-gara lighting. Itu salah satu yang tidak kita inginkan. Ini berat sekali bagi kami karena juga sangat rugi jadinya. Tapi kami bisa rugi lebih besar lagi kalau kekhawatiran mereka sampai terjadi," tandasnya.
(yla/mmu)











































