Architecture in Helsinki Tampil Unik dan Minimalis

Architecture in Helsinki Tampil Unik dan Minimalis

- detikHot
Minggu, 11 Mar 2012 08:09 WIB
Architecture in Helsinki Tampil Unik dan Minimalis
Jakarta - Hampir seribu orang memadati Fairground ex Bengkel Night Park, SCBD, Jakarta, Sabtu (10/03/2012) malam. Mereka berbondong-bondong menyaksikan penampilan band indie asal Australia ‘Architecture in Helsinki’.

Mungkin banyak orang masih asing mendengar nama band yang band yang beranggotakan Cameron Bird, Gus Franklin, Jamie Mildren, Sam Perry, dan Kellie Sutherland itu. Dengan mengusung aliran pop ‘new wave’, untuk sebagian orang, band ini telah lama ditunggu-tunggu kedatangannya ke Indonesia.

Pertunjukan dibuka dengan penampilan duo Bottlesmoker yang mengejutkan penonton dengan mengenakan kostum astronot dan topi khas suku Indian yang nyentrik. Mereka tampil menghibur dengan instrumen-instrumen yang unik, membuat penonton tak kuasa untuk mengikuti irama 8-beat dari mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan duo asal Bandung ini terlihat sangat menarik dimana gun smoke, balon sabun, dan video drawing yang dibuat langsung dari Prancis diputar pada big screen, melengkapi opening act dari mereka malam itu.

Beberapa menit penonton menunggu, para kru memastikan kesiapan sound system. Cameron Bird cs tiba-tiba naik ke atas panggung dan menyapa Jakarta. ‘Desert Island’ menjadi lagu pembuka, namun emosi penonton masih terlihat normal.

Di lagu kedua ‘Hold Music’, 'Architecture in Helsinki' langsung menghentak para penonton. Disusul dengan lagu-lagu andalan mereka, 'Like It Or Not, 'Everything’s Blue', 'Denial Style', 'It’5', 'Debbie, 'W.o.w', 'Wishbone', dan 'Souvenirs'. Total, kurang lebih 18 lagu yang mereka bawakan.

Dengan tata panggung minimalis tidak membuat Architecture in Helsinki' mati gaya. Kreativitas mereka terlihat ketika setiap personil Architecture in Helsinki melakukan rotasi.

Mereka bergantian tukar posisi saat di atas stage dan mereka bergantian memainkan instrumen yang berbeda, ini menunjukkan band ini sangatlah multitalent. Penampilan unik lainnya, saat mereka tampil dengan gaya koreografi yang kompak mengajak para penonton untuk berdansa dan sang vokalis, Cameron Bird, yang sekilas mirip dengan Jimi Multhazam (The Upstairs) melakukan gerakan moonwalk, spontan penonton tertawa dan langsung memberikan applause meriah.

Tampil di depan para penggemarnya yang bukan hanya orang Indonesia, juga banyak bule yang juga ikut berdansa dengan energik. Dipertengahan konser, penonton serentak bernyanyi bersama, lagu ‘I Know Deep Down’ memang membuat emosi para penonton langsung memuncak.

Konser malam itu akhirnya ditutup dengan encore dua lagu, “Maybe You Can Owe Me” dan “Heart It Races” yang merupakan hits dari mereka. Para penonton pun memberikan applause yang meriah dan berdansa bersama di lagu terakhir.

Secara garis besar, penampilan 'Architecture in Helsinki' yang dipersembahkan Telkomsel Mobile Advertising itu semakin membuktikan band indie juga dapat bersaing di industri musik internasional. Semoga ini bisa menginspirasi komunitas band indie Indonesia agar dapat bisa terus berkarya.

(ich/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads