Kedatangannnya ke candi yang dibangun pada abad ke-8 pada masa dynasti syailendra itu ada keterkaitan secara langsung dengan agama Budha yang dianut dan dipelajarinya empat tahun lalu di negara Jepang.
βSpiritualitas saya semakin besar dan semakin kuat setelah untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di candi yang megah ini,β ungkap peraih penghargaan musik Grammy Award sebanyak 14 kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTerutama dari kerusakan akibat bencana dan prilaku buruk manusia yang mengakibatkan ancaman global warming (pemanasan global),β tukas Herbie yang didaulat UNESCO menjadi Goodwill Ambassador for Cultural Divercity.
Herbie merasa yakin, di sekitar relief batu-batu candi ada makna yang dalam tentang perjalanan kehidupan manusia di dunia. Baik buruk serta hitam putihnya perjalanan manusia di dunia. Sehingga perlu waktu bertahun-tahun untuk mempelajari apalagi mendalami maknanya.
Spiritualitas yang terkandung di sekitar candi Borobudur bagi dirinya menambah energi harmonisasi kehidupan manusia bagi dirinya untuk bermusik.
βDibalik kebudayaan dunia ini saya dapat melakukan harmonisasi dan apresiasi antara musik dan peninggalan budaya. Yang akan saya sampaikan kepada sekumpulan orang dan pecinta musik diseluruh dunia,β ungkap legendaris Jazz yang berasal dari Chicagho United States itu.
Herbie mengaku teringat saat empat tahun lalu menganut agama budha di Jepang setelah melihat keelokan Borobudur. Herbie berharap di lain waktu bisa untuk kembali lagi ke Borobudur untuk lebih memperdalam dan mempelajari sejarah di Borobudur.
"Saya ingin kembali lagi. Setelah membaca buku ini. Sebab saya yakin ada rahasia besar di candi Borobudur. Apalagi terkait sang budhist sebagaimana perjalanan hidupnya seperti dalam ajaran dan agama yang saya anut," ungkapnya sambil memegang buku Borobudur the Road to recovery- Community-based Rehabilitaion Work and Sustainable Tourism Development .
(ich/ich)











































