Untuk merealisasikan mimpinya itu, JFlow membuat lirik di lagu-lagunya dengan bahasa yang lebih universal. Ia sadar, jika bermimpi untuk menembus pasar musik Amerika Serikat, ia harus menyesuaikan dengan kultur musik di sana.
"Bukannya gue mau sombong, tapi gue bikin lirik berbahasa Inggris biar dimengerti lebih banyak orang lagi. Ambisi terbesar? Memenangkan Grammy Award tentunya, apalagi?" ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gila man, gue grogi banget. Gue nggak nyangka," kenangnya.
Di hadapan produser yang mengorbitkan Michael Jackson itu, JFLow membawakan lagu 'We Are One' yang ada di album terbarunya #dreambrave. Selain itu, Quincy sempat meminta JFlow untuk menitipkan materi musiknya lewat manajer Quincy.
Lalu bagaimana JFlow mempersiapkan dirinya untuk menembus pasar musik Amerika Serikat? Selain menanamkan petuah dari Quincy Jones, ia berpegang pada kekuatan mimpinya.
"Seperti yang Quincy bilang, bikin musik yang bagus, yang memiliki cerita. Bikin musik dari hati, dan percaya akan mimpi," ucapnya bersemangat.
(ich/mmu)











































