Reuben (vokal) dan Alva (gitar) sebelumnya pernah membuat band bernama Chanel dan merilis satu album. Pada 2007 Chanel bubar. Reuben dan Alva yang meneruskan kecintaan mereka pada musik dengan membuat band baru.
Hingga akhirnya Deyna (bass) didatangi oleh keduanya. Alfa dan Deyna sudah bersahabat ketika duduk di bangku Sekolah Dasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa waktu lalu, The Alastair mengajak detikhot untuk mengintip sesi latihan mereka di Abbey Studio, kawasan Kemayoran, Jakarta. Suasana kekeluargaan sungguh terasa di antara mereka. Lalu bagaimana bertemu dengan sang drummer Aria?
Reuben telah mengenal Aria sejak SMP. Kala itu Aria memang menjadi drummer sebuah band. Tapi kemudian Aria banting setir dengan menekuni profesi DJ. Ketika sahabatnya mengajak untuk ngeband lagi, Aria pun banyak pikir-pikir.
"Agak aneh rasanya bakal ngeband sama mereka. Proses menarik gue untuk gabung itu butuh 3 bulan. Mereka tiap hari neleponin, SMS sampai ngedatengi ke kantor. Akhirnya gue pusing dipaksa terus. Ya udah deh ikut latihan sekali. Eh besok-besoknya gue nanya kapan latihan lagi," kisah Aria.

Sejak masih sangat belia, keempatnya punya cerita tersendiri soal persahabatan mereka dan musik. Mereka sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia musik sejak kecil.
"Gue waktu kelas 3 SD itu berdua sama Deyna maju di depan kelas nyanyiin lagu George Michael. Gue pura-pura nyanyi, terus Deyna main gitar. Dan ternyata Reuben sama Aria juga pernah tampil bawain Tommy Page pas SMP," tutur Alva.
Lalu apa arti dari nama The Alastair? Simak terus ceritanya di Main Stage Detikmusic.
(yla/mmu)











































