Edwin Marshal (gitaris Cokelat), Marcell Siahaan (solois), Che (vokalis Cupumanik) dan Romy Sophiaan (bassis The Acid) selalu mendapat pertanyaan dari orang-orang tentang pilih mana? Edwin disebut-sebut bosan dengan Cokelat, Marcell kok nge-drum, lalu bagaimana bisa Che jadi vokalis di dua band dan Romy bagaimana bisa membagi waktu?
"Sering orang menilai, bikin band lagi tuh sebagai ancang-ancang meninggalkan yang lain. Kalau gue pribadi, udah 15 tahun di Cokelat, gue perlu sarana lain yang bisa bikin gue terus sehat sama Cokelat. Jadi Cokelat tetap jalan, Konspirasi juga. Gue bilang ini rezeki dan bukan hal yang harus ditakutin. Ini ngelatih tanggung jawab gue juga. Tapi satu hal, kalau belum punya pengalaman banyak, jangan coba-coba melakukan hal ini," tutur Edwin kepada detikhot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya alhamdulillah teman-teman The Acid dan lainnya juga ngedukung. Jadi tambah semangat lagi buat ngerusak band ini," sambung Romy singkat.
"Mun maneh daek ngadengekeun aing nyanyi, meuli CD-na. Mun maneh daek ngadengekeun aing ulin drum meuli Konspirasi. Mun daek sukur, teu daek enggeus. Nggak usah terlalu banyak ngomong konsistensilah. Come on. Nikmatin aja," celetuk Marcell dalam bahasa Sunda.
Konspirasi pun mensyukuri pertanyaan soal konsistensi mereka sebagai hal positif. Marcell melihat pertanyaan itu sebuah bentuk perhatian orang kepada mereka. Marcell ingat saat pertama kali ia menjadi solois dan bernyanyi. Sebelumnya Marcell lebih dikenal sebagai drummer band hardcore Puppen.
"Gue dicela-cela seluruh Indonesia. Dan gue dengan ababilnya bilang, kalian semua nggak tahu tentang gue. Masa ababil udah gue lewatin, sekarang lebih mendingan. Mereka perhatian dan pengen yang terbaik. Gini aja, daripada kalian pusing-pusing mikirin konsisten yang mana, kita berbuat baik ajalah sama-sama. Kalau mau lihat gue jadi sweet boy ya pas nyanyi solo, kalau bad boy ya pas ngedrum," tutupnya ramah.
(yla/mmu)











































