Bagi pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Syamsudin Said itu, musisi pembuat karya itu adalah pekerjaan yang mulia. Jika berbicara soal kerugian, Pasha mengaku musisi seperti dirinyalah yang paling dirugikan.
"RBT salah satu sarana karya kita didengar," ujarnya saat ditemui di Hard Rock Cafe, EX Plaza, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wadah untuk memperkenalkan karya kita jadi sempit," terang Pasha.
Dengan semangat sense of belong, Pasha mendatangi komisi 1 DPR. "Kita dengan bahasa rakyat menyampaikan apa yang kita inginkan," tandas Pasha semangat.
(wes/wes)











































