Pentas digelar di lahan RM Bu Hadi, Jalan Raya Tulis, Batang, Rabu (12/10/2011). Acara tersebut merupakan bagian dari Program Menanam Trembesi 478 Km Pantura Jateng yang diinisiasi Djarum Foundation.
Saat Armada mau tampil, seorang polisi naik ke panggung. Ia memperingatkan penonton agar tidak tawuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal pun menegaskan peringatan polisi tersebut. Ia meminta ratusan penonton tidak macam-macam. Dengan gaya bak preman tengah menantang seseorang, ia berteriak.
"Siapa yang mau berantem, acungkan tangan? Hayo, acungkan tangan" ungkap Rizal.
Entah karena tidak mendengar pertanyaan Rizal atau tidak konsentrasi karena ingin segera berjingkrak, sebagian besar penonton mengacungkan tangan.
"Loh kowe pengin berantem? Tenan? (Kamu ingin berantem? Bener?)," kata Rizal dalam bahasa Jawa. Lalu penonton pun menurunkan tangannya.
Lagu pertama pun menghentak. Baru beberapa menit, suasana ricuh terjadi di sisi kanan panggung. Seorang remaja usia belasan diseret polisi.
"Tahu-tahu saya dipukul," katanya. Pelipis remaja ini sedikit benjol karena pukulan.
Lagu pertama berakhir, seorang polisi naik panggung dan mengambil alih microphone. Dia kembali meminta penonton untuk tertib.
"Ada yang lempar-lempar sandal. Kami minta penonton tertib," katanya kemudian turun dari panggung.
Meski terlihat kecewa, Rizal tetap tampak tenang. "Diterusno ra iki? Nek ono sing padu, kono nang dalan, ojo nang kene. (Dilanjutkan nggak ini? Kalau ada yang berantem, sana di jalan, jangan di sini). Kita di sini ingin senang-senang, tertawa. Bukan berantem," katanya.
Band yang populer dengan lagu "Mau Dibawa Kemana" ini melanjutkan aksinya. Menjelang berakhirnya pentas, seorang remaja kembali digelandang polisi ke truk karena membikin onar. Setelah diinterogasi dan dimintai identitas, remaja itu akhirnya dilepaskan.
Selain Armada, acara itu juga menghadirkan Eva KDI. Eva tampil lebih dulu, mendendangkan beberapa lagu dangdut. Sebelumnya, ia juga didaulat ikut menanam trembesi bersama Direktur Program Bhakti Lingkungan Djarum Foundation, Handojo Setyo, dan Wabup Batang Achfa Machfud.
(try/nu2)
