Sukabumi memang kota asal Aries. Akhirnya kota yang bersebelahan dengan Bogor itu dipilih sebagai tempat Garasi "ngadem". Mereka dikarantina dari dunia luar untuk menggodok materi album ketiga.
"Setelah mbak Mira Lesmana (produser) mengetuk palu peresmian masuknya Higin dan Wembri, tepatnya awal 2010, kita intens untuk ketemuan bareng, tidur bareng. Karantina di Sukabumi juga cukup menyita waktu, hampir 4 bulan. Dengan sendirinya chemistry itu semakin kuat. Dalam band ataupun sehari-hari kita," ujar Aries kepada detikhot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wembri sebenarnya bukan sosok yang benar-benar baru di Garasi. Ia sudah menjadi pemain tambahan sejak album kedua 'Garasi II' pada 2008. Kala itu Wembri hanya sebatas memberikan kontribusi permainan di panggung juga rekaman. Tentu saja saat itu Wembri memiliki batasan untuk terlibat lebih jauh dalam proses kreatif Garasi. Tapi kini, ia bebas berkarya sesuai dengan hatinya.
Sementara Higin ditemukan Aries di Sukabumi. Aries pernah mendengar sepak terjang Higin ketika menggawangi band indie bernama If I Die Tomorrow. Lewat temannya, Aries mengajak Higin bertemu dan langsung menawarinya sebagai vokalis Garasi.
Higin pun memberikan demo lagu 'Hilang' yang telah ia aransemen ulang. Semua langsung jatuh cinta pada suara androgini Higin. Karakter vokal Higin mampu mencapai range vokal perempuan. Hal itu membuat Higin kerap dikira perempuan jika hanya mendengarkan suaranya saja.
"Kita sih nggak apa-apa. Biar pada kejebak. Kan jadi bikin penasaran," tutur Fedi.

Kini album ketiga Garasi bertajuk 'Kembali' telah dirilis. Meski penggarapannya memakan waktu dua tahun, tapi Garasi benar-benar puas dengan hasilnya.
"Penulisan lagu juga hati-hati nggak asal jadi. Kita brainstorming, bongkar pasang, rombak lagi. Tujuan kita emang bikin Garasi yang benar-benar fresh dan beda. Nggak ada sama-samanya. Nah ngejahit semuanya itu butuh waktu lama," tutup Fedi.
(yla/ast)











































