Ketika berbincang santai dengan detikhot di "rumah singgah" Musica Studio di kawasan Pancoran, beberapa waktu lalu, tak jarang topik pembicaraan menyimpan ke masalah-masalah di Indonesia. Sepertinya begitu banyak ketidakbecusan pemerintah yang ingin mereka komentari. Tapi jika disimak dari lagu-lagu mereka, Letto tak pernah bersuara lantang soal hal tersebut.
"Apa itu perlu diungkapkan dengan lagu? Ada ungkapan-ungkapan yang lebih keras suaranya daripada lagu. Semua orang udah ngomong ketidakpuasannya, kegelisahannya, segala macam. Terus kalau semuanya teriak, siapa yang nemenin yang sedih-sedih, yang patah hati, yang galau sama Indonesia itu siapa? Mending kita aja," ujar sang vokalis Noe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua lagu Letto dari awal selalu mengajak untuk berpikir. Menggali informasi. Kita juga nggak pengen mengkudeta pemerintah atas dasar benci sama pemerintah yang sekarang. Itu kan nggak bagus? Dasarnya harus karena cinta sama Indonesianya. Kalau belum ada yang menyentuh sisi itu, biar kita. Bukan dengan teriak-teriak. Tapi dari hati," jelas Noe.
Di album 'Cinta.. Bersabarlah' Letto menyuguhkan nuansa cinta yang kental. Jika dibaca sekilas, semua bicara soal hati. Namun Letto mengaku ada makna-makna tersirat tentang kegelisahan mereka terhadap pemerintah Indonesia di dalam lirik-liriknya.
Dari sekian panjang perjalanan Letto, mereka mengaku tidak pernah punya ambisi tertentu. Semua peluang yang datang berusaha ditangkap mereka dengan sebaik-baiknya.
"Berkarya bukan hal yang sederhana, itu sebuah gol. Masalah album itu akan membawa kita ke mana itu biarkan jadi kejutan, jangan dipaksa. Kita target harus gini gini ya nggak juga. Tapi kalau memang jalannya begitu, ya senang-senang aja," tutup Noe.
(yla/hkm)











































