Pukul 20.12 WIB, lampu ruangan berkapasitas 1000 orang itu dipadamkan. Hanya lampu panggung yang dibiarkan menyala. Tak lama berselang, para personil band rock alternatif asal Arizona, Amerika Serikat itu pun muncul dari balik panggung dan disambut tepuk tangan penonton yang didominasi kawula muda.
"Good evening," ujar Jim singkat sambil melambaikan tangan ke penonton. Tak banyak bicara, mereka langsung membuka penampilan mereka lewat lagu 'Bleed American', 'Praise Chorus', dan 'My Best Theory'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai membawakan delapan lagu, Jim minum sebentar dan menyeka wajahnya yang berkeringat. Sesekali Ia menyapa hangat penonton, melambaikan tangan dan tersenyum. Lagu 'Dizzy' pun kemudian dimainkan. Disusul dengan 'Action Needs An Audience', 'Pain', '23', 'Get It Faster', 'Evidence' serta 'Heaven'.
Usai membawakan 15 lagu, Jim kemudian mengganti gitar listriknya dengan akustik. Tak lama kemudian, penonton langsung histeris ketika tahu lagu yang dibawakan adalah βHear You Meβ.
"I never said thank you for that, now I'll never have a chance. May angels lead you in. Hear you me my friends." Koor penonton kompak menyanyikan bait lagu yang juga menjadi soundtrack film 'A Cinderella Story' yang dibintangi Hilarry Duff itu.
Tak hanya disitu, keintiman Jimmy Eat World dan para penggemarnya terus terjalin dalam lagu-lagu selanjutnya seperti 'Work', 'Blister', dan 'Goodbye Sky Harbour'. Melihat kompaknya penonton bernyanyi sepanjang acara, para personil Jimmy Eat World sepertinya terkesima.
"Terima kasih," ujar Jim dalam bahasa Indonesia. Para awak Jimmy Eat World sendiri pun mengaku senang karena akhirnya bisa menyapa para penggemar mereka di Jakarta.
Band Jimmy Eat World pun menutup konsernya dengan 'Invented', 'The Middle', dan 'Sweetness' yang semuanya dikawal koor kompak para penggemar. Konser berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
(hkm/hkm)











































