Kaos berwarna merah dengan lambang Garuda di bahu depan kiri itu dikenakan Never Shout Never sejak awal. Sebelum konser, band yang hanya digawangi seorang musisi bernama Christopher Drew Ingle itu sempat jalan-jalan di sekitaran Senayan.
Pria yang akrab disapa Chris itu didampingi beberapa additional player-nya. Selama berada di Jakarta, Chris memang banyak mencari tahu tentang Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia ramah menyapa para penggemar dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Seperti biasa, Chris manggung tanpa alas kaki.
"Ketika telapak kakimu menyentuh sesuatu, ia mengeluarkan seperti senyawa dan ketika menginjak bumi, kamu bisa merasakannya. Menyatu dengan alam. Saya jarang pakai alas kaki terutama ketika manggung. Hampir tak pernah pakai," ujar Chris kepada detikhot sebelumnya.
Chris hanya memainkan sekitar 8 lagu. Walau terbilang sedikit namun penonton terpuaskan. Dalam konser 'Jakarta Jam 2011' hari pertama yang dipromotori JAVA Musikindo tersebut masih ada penampilan I See Stars dan We the Kings.
Never Shout Never akhirnya menutup konser dengan lagu 'Big City Dream'. Perjalanan masih panjang. Sayangnya konser manis ini hanya disaksikan sekitar 700 orang saja. Namun konser jalan terus tanpa kehilangan semangat sedikit pun.
(yla/ebi)











































