"Saya tetap praktek dokter dan alhamdulillah setiap hari ada operasi dan malamnya baru saya nyanyi. Soalnya saya kuliahnya (kedokteran) lama," jelas pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Spesialis Bedah Plastik itu usai tampil di acara 'DahSyat' RCTI, Selasa (14/12/2010).
Tompi beruntung karena jadwal praktiknya sebagai dokter tidak selalu mengikat. Ia bisa mengaturnya sendiri. Penyanyi jazz kelahiran Aceh yang sudah menelurkan 6 album itu bisa menerapkan sistem janjian kepada pasiennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antara bidang kedokteran dan menyanyi, menurut ayah satu anak itu dua-duanya mengasyikkan. Namun ada tantangan masing-masing.
"Perbedaan lebih ke treatment. Kalau di dokter saya berhubungan dengan nyawa orang. Ada out-came berupa pasien sembuh atau tidak, meskipun itu ada di tangan Tuhan. Kalau bernyanyi kan lebih menyenangkan saja, nggak ada faktor risiko," tuturnya.
(ebi/mmu)











































