"Lagu cengeng itu konotasinya nggak bagus yang kalau kita dengar seperti dilecehkan. Itu yang membuat saya menenang (disebut cengeng)," ujar Rinto ditemui di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2010).
Pria kelahiran Sibolga, 61 tahun lalu itu lebih suka menyebut karya penuh air mata ketimbang cengeng. Lagu-lagu sedih tidak sama dengan cengeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibantu musisi-musisi lainnya Rinto merilis album 'The Masterpiece of Rinto Harahap with Tohpati'. Album tersebut berisikan lagu-lagu populer Rinto yang didaur ulang Tohpati kemudian dinyanyikan oleh musisi lain. Sebut saja MAIA, The Changcuters, Astrid, Nindy, Pingkan Mambo, Ello dan Acy Harahap.
(yla/yla)











































