Konser Reuni Koes Plus Ala Yok & Murry

Konser Reuni Koes Plus Ala Yok & Murry

- detikHot
Sabtu, 30 Okt 2010 02:34 WIB
Konser Reuni Koes Plus Ala Yok & Murry
Jakarta - Konser reuni Koes Plus digelar Jumat (29/10/2010) malam. Lagu-lagu Koes Plus dari tahun 1962 dibawakan anak-anak dan cucu-cucu perspnel band lawas itu. Tak lupa Yok & Murry pun ambil bagian.

Konser yang digelar di Balai Sarbini tersebut bertajuk konser 'Reuni Yok Koeswoyo dan Murry'. Pecinta Koes Plus yang hadir sebenarnya lebih senang menyebut konser tersebut konser 'Reuni Koes Plus'. Namun Yon tidak hadir karena kesibukan bersama Koes Plus Pembaharuan, maka tentu tidak bisa disebut demikian.

Konser dibuka 1 jam terlambat dari jadwal yang seharusnya yaitu pukul 19.00 WIB. Pukul 20.00 WIB band tribute Koes Plus, B-Plus membuka konser yang dipenuhi oleh orang tua itu. 'Diana Diana', 'Muda-mudi', dan 'Kolam Susu' langsung membuat mereka berjoget ala 70'an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

B-Plus dengan mimik, logat bicara, gaya bermain, sampai aksi panggung mirip konser Koes Plus di tahun 70'an itu membuat gemuruh Balai Sarbini. Mereka benar-benar mengobati pecinta Koes Plus yang kebanyakan sudah paruh baya.

Dalam konser yang berdesain panggung minimalis itu juga menghadirkan aksi keturunan anggota Koes Plus dari generasi 2 dan 3. Di antaranya anak-anak personel Koes Plus yang membentuk band Junior. Selain itu hadir juga cucu-cucu dari Murry yang juga menuruni darah seni.

Junior dan Damon Koeswoyo, putra dari Toni Koeswoyo, berkolaborasi menyanyikan 'Manis dan Sayang' dengan nuansa orkestra berpadu dengan rock. Tidak hanya itu 'Aku Ingat Dirimu' dan 'Besi Tua' pun dibawakan dengan suasana Rock 'n Roll. Petikan gitar Damon dan Hendri begitu menggelitik telinga dan membuat kepala bergeleng-geleng.


Yok & Murry Naik Panggung


Malam semakin larut, waktu menunjukkan pukul 22.45 WIB. Murry tiba-tiba muncul dari balik panggung dengan mengenakan celana jeans dan jaket kulit hitam. Jenggot dan rambutnya masih didominasi warna hitam. Senyuman dan lirikan matanya tampak sayup. Murry pun ikut bernyanyi lagu 'Desember' yang saat itu sedang dinyanyikan Junior dan Damon.

"Saya masih suka berkumpul, masih suka ngopi bareng juga," kata Murry saat ditanya keadaan Koes Plus setelah bubar.

Setelah itu, Yok menyusul keluar dari balik panggung. Beda dengan Murry, Yok tampak terlihat lebih sepuh. Naik panggung dengan memakai celana jeans biru tua, rambut dan jenggotnya tampak memutih. Hanya saja, ia masih tampak segar bugar.

Yok dan Murry pun kemudian ditantang untuk bermain alat musik. Yok membetot bass dan Murry menabuh drum. "Main drum? Dengkul udah nggak kuat. Tapi mudah-mudahan kuat yah," kata Murry, diiringi gelak tawa penonton.

Malam itu cukup banyak canda terlontar dari bibir Yok dan Murry. Misalnya Murry yang selalu berceloteh tentang kebiasaan Koes Plus yang suka minum kopi. "Kalau nggak ada kopi, yah nggak kuat. Kalau nggak kuat, harus minum kopi," begitu candanya.

Setelah melontarkan cukup banyak canda, Murry menempati posisi drum dan Yok di posisi bass. Mereka tidak main berdua saja, namun dibantu oleh B-Plus. Lagu pertama yang mereka mainkan agak nge-beat, yaitu 'Jemu' dan 'Jangan bersedih'.

"Bismillah," sahut Murry sambil mengangkat kedua tangannya dengan duduk di belakang drum. Saat lagu dimainkan terlihat Yok masih sangat segar bernyanyi, begitu juga dengan Murry. Penonton pun maju ke bibir panggung, dan akhirnya tidak ada jarak antara penonton dan artisnya.

Dua lagu selesai, Murry dan Yok tampak ngos-ngosan. "Haduh benar kan capek rasanya ini dengkul," kata Murry sambil membungkukkan badan. Mereka pun melepas drum dan bass-nya.

Setalah itu mereka pun istirahat dengan berdialog bersama penonton. Murry dan Yok bercerita soal semangat Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober 2010 lalu. Mereka tiada hentinya meneriakkan, "merdeka!"

Energi sudah terkumpul, Murry mendadak ditantang untuk berkolaborasi menabuhkan drumnya dengan sang anak, Ricko, drummer Junior. Murry pun menerima tantangan itu. "Saya udah minum kopi, pasti kuat," katanya yang diikuti tawa penonton.

Penonton pun tercengang, ternyata Murry yang usianya sudah 70 tahun masih bisa mengimbangi tabuhan drum sang anak. Tepuk tangan pun tidak berhenti, dan mereka minta Murry dan Yok kembali bernyanyi. Namun keduanya mengaku sudah tidak kuat lagi.

Melihat penonton terus memaksa, Yok pun bersedia bernyanyi kembali. Asalkan lagu yang dinyanyikan adalah lagu mellow.

"Sebenarnya saya masih mau bernyanyi, tapi semua sudah dinyanyikan (oleh B-Plus dan Junior). Tega amat sih. Ya sudah, saya ingin bercerita, dulu saya melihat semuanya(masyarakat Indonesia) kabur meruntul (terpecah). Padahal negara ini ada Bhineka Tunggal Ika. Saya ingin mengembalikan lagi agar berseri kembali. Makanya saat itu saya ciptakan lagu 'Berseri Kembali'. Ada yang mau bantu, cucu kami?" Kata Yok.

Yok kemudian pun dibantu bernyanyi oleh cucu perempuannya yang bernama Michael. Mereka menyanyikan 2 lagu, termasuk 'Why Do You Love Me?'. Dua lagu tersebut menutup penampilan Murry dan Yok, sekaligus menutup konser 'Reuni Yok Koeswoyo dan Murry'.

Keseluruhan konser berjalan lancar. Hanya saja ada masalah di tata suara yang kurang begitu baik. Namun kekurangan tersebut bisa terobati dengan suasana konser yang begitu akrab dan intim antara dua mantan personel Koes Plus dan pencinta Koes Plus. Jika seandainya Yon Koeswoyo ikut, pasti akan lebih berkesan dan ramai.
(ebi/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads