Band Monkey to Millionaire membuka konser yang bertempat di Bengkel Night Park, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (30/7/2010) tepat pukul 19.30. Mereka membawakan empat buah lagu dari album perdananya, 'Merah'. Yaitu 'Fakta dan Citra', 'Lantai Merah', 'Strange is the Song of Our Conversation' dan 'Replika'.
Naif tampil kemudian dengan enam lagu. 'Towal Towel' sempat melantun dengan meriah. Sayangnya jumlah penonton belum begitu banyak. Pertunjukan terus dilanjutkan dengan aksi Agrikulture menyanyikan sebuah lagu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga tepat pukul 22.00 WIB Luke Jenner cs naik ke atas pentas yang dipromotori Zootato Head dan Future 10 Productions itu. Mereka langsung membuka pertunjukan dengan lagu 'Don Gon Do It' yang diambil dari album terakhir mereka, 'Pieces of the People We Love'.
Berturut-turut 'Pieces of the People We Love' dan 'Get Myself Into It' pun dibawakan. Penonton yang berjumlah sekitar 500 orang pun semakin panas. Terutama ketika lagu 'Whoo! Alright - Yeah... Uh Huh' dan 'House of Jealous Lover' dilantunkan. Semua ikut bernyanyi dan berjoget.
Luke ataupun personel lainnya memang tak banyak bicara. Namun Gabriel Andruzzi sang gitaris juga pemain kibord dan perkusi, jadi yang paling sibuk malam itu. Ia membuat penonton makin bersemangat berdansa mengikuti irama lagu.
Lagu baru mereka bertajuk 'Sail Away' menutup perjumpaan mereka. Namun tak lama The Rapture kembali naik ke pentas untuk membawakan dua lagu yang salah satunya adalah hits single teranyar mereka, 'No Sex for Ben'.
Konser selesai pukul 23.05 WIB. Acara pun berlanjut dengan after party bersama The Rapture di tempat yang sama. Secara keseluruhan, konser cukup meriah dan menyenangkan. Dikemas dengan nuansa klab namun berdaya tampung lebih besar dari arena dugem.
Tata suara agak tak enak didengar di bagian-bagian awal. Namun tidak berlangsung lama. Tata lampu dan seting panggung pun sangat sederhana. Namun terkesan mewah. Sebuah proyektor dipasang ke salah satu dinding arena konser menyuguhkan visual tarian-tarian tempo dulu. Nuansa indie yang terasa sangat hangat.
Vokal Luke yang sangat khas sanggup membius penonton yang tidak mengerti sama sekali lagu mereka untuk ikut bergoyang. Whoo! alright - yeah... uh huh for The Rapture.. (yla/eny)











































