Penampilan 'Dwiki Dharmawan and Friends' tersebut disaksikan sekitar 300 penggemar musik jazz kota Wina. Di antara penonton tersebut terdapat juga musisi jazz kawakan dari Amerika Serikat, Alan Harris.
Aksi 'Dwiki Dharmawan and Friends' terasa istimewa karena dengan sangat apik, Dwiki berusaha memadukan musik jazz yang berasal dari Barat dengan nuansa ethnik khas Indonesia seperti gendang dan cengceng Bali. Dalam beberapa lagu Dwiki juga menyuguhkan komposisi jazz dengan elemen musik Timur Tengah yang kental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam sebelum konser para musisi menyempatkan diri untuk latihan bersama. Latihan ini cukup krusial karena sebagian besar dari musisi yang terlibat belum saling mengenal ataupun bermain musik bersama sebelumnya. Latihan ini sendiri dilangsungkan secara terbuka di KBRI/PTRI Wina dan bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia di Wina.
Penampilan 'Dwiki Dharmawan and Friends' menjadi sangat apik karena di atas panggung banyak diisi dengan jam session spontanitas dari musisi yang sudah sangat profesional. Mereka sebenarnya hanya mempersiapkan untuk tampil enam lagu, namun karena panitia mengalokasikan waktu selama lebih dari dua jam, sehingga mereka melakukan improvisasi individu yang sangat atraktif dan tidak bisa diprediksi.Β
Nuansa musik etnik yang dibawakan 'Dwiki Dharmawan and Friends' membuat penampilan mereka menjadi media yang sangat efektif untuk mempromosikan Indonesia di Austria. Terlebih lagi, sehari sesudah berlangsungnya konser 'Dwiki Dharmawan and Friends' berkenan untuk meluangkan waktu mengadakan lokakarya kolaborasi musik etnik di KBRI/PTRI Wina. Kegiatan ini menjadi spesial karena juga dihadiri oleh 37 siswa anggota Keluarga Paduan Angklung SMA 3 Bandung, yang kebetulan sedang berada di Wina untuk mengikuti festival musik di beberapa kota Eropa.Β (sal/eny)











































