"Senangnya kita di sini juga ditonton teman kita berinisial A yang lagi duduk ngebir di ujung sana. Malam mas Ariel Peterporn," ujar Dori, vokalis sekaligus gitaris Endank Soekamti usai memainkan lagu 'Bau Mulut' untuk membuka konser.
Aksi mereka dimulai pukul 22.51 WIB setelah sebelumnya tampil Kunokini, Zeke Khaseli, The Authentic dan Om Bagus. Kunokini tampil sederhana membuka acara 'Plug & Play'. Diteruskan aksi Zeke Khaseli yang naik panggung dengan mengenakan topeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke aksi Endank Soekamti, band punk asal Yogyakarta itu kemudian membawakan single terbarunya, 'Audisi'. Para penonton pecah di lantai dansa. Mereka "bergulat" satu sama lain dan bersenyum bersama.
Kerusuhan-kerusuhan kecil sempat terjadi namun tidak membuat acara berantakan. Lagu Endank Soekamti menyatukan mereka dengan kembali berdansa.
"Tolong stop bicarakan soal Ariel karena dia sudah minta maaf. Dia minta maaf karena videonya jelek," ucap Erix, sang bassis.
Suasana jadi semakin kompak ketika mereka membawakan lagu 'Long Live my Family'. Penonton bernyanyi semua dan mengacungkan tangan ke udara. Kehangatan pun makin terjalin lewat lagu dari album terbarunya tersebut, 'Soekamti.com'.
'Pejantan Tambun' menutup perjumpaan pada pukul 23.35 WIB. Dengan tertib Kamties pun meninggalkan arena konser yang digelar Trax Magazine tersebut. Para Kamties yang hadir malam itu membawa bendera masing-masing yang dikibarkan di lantai 2 Hard Rock Cafe. Di antaranya berasal dari daerah-daerah di Jakarta, Indramayu bahkan Semarang.
(yla/iy)











































