"Dalam pelaksanaannya ada beberapa pihak sponsor yang tidak menepati komitmennya sampai acara ini tidak terlaksana," ujar Rini Noor, ketua panitia, ditemui di Jl Asem 2, Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2010).
Acara tetap digelar pada 18 April 2010, sesuai jadwal 'Live Earth' di penjuru dunia lainnya, namun tempat berpindah ke Pecatu, Bali. AWalnya konser akan diselenggarakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini tujuan paling utama 'Live Earth' benar-benar menitikberatkan pada isu pelestarian lingkuhan. Tema 'Run for Water' masih akan diusung, namun dengan konsep yang lebih sederhana karena keterbatasan dana.
"Dari pihak pusat mengatakan Indonesia tidak boleh batal. Karena betapa pentingnya posisi Indonesia di dunia dalam hal lingkungan hidup. Saya harus menjalankan ini dengan seada-adanya," jelas Rini.
Semua keuntungan dalam acara ini akan didonasikan bagi program air bersih. Selain di Bali, acara ini juga digelar di Amsterdam, Hong Kong, Los Angeles, Melbourne, Mexico City, New York, Rio de Janeiro, Washington D.C, Singapura dan banyak lagi.
Acara yang digagas Al Gore dan Keviln Wall itu mulai terselenggara sejak tahun 2007. Setiap tahun mereka menitikberatkan tema yang berbeda seputar lingkungan. Tahun 2010, akhirnya Indonesia berhasil ikut bergabung dalam acara tersebut.
(yla/yla)











































