Kejadiannya sudah sangat lama, sekitar tahun 1960-an. Ketika itu rezim Orde Lama yang berkuasa melarang hal-hal yang berbau dunia barat beredar di Indonesia. The Beatles yang berasal dari Liverpool, Inggris, menjadi salah satu yang dilarang ketika itu.
Lagu-lagu The Beatles dilarang untuk dimainkan atau diputar oleh Orde Lama. The Beatles dianggap sebagai bagian dari Nekolim atau Neo Kolonialisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ditangkap Kodim seusai main lagu The Beatles. Waktu tahun 64, waktu itu ada yang laporin pastinya. Waktu itu saya kan main di Malang, tahu-tahunya
besok dipanggil," jelasnya ketika berbincang dengan detikhot seusai Konser The Beatles Forever di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pria kelahiran 3 Januari 1949 itu dan kawan-kawannya memang tidak sampai ditahan. Mereka ditanyai oleh tentara soal motif mereka memainkan lagu-lagu The Beatles hingga siapa yang menyuruh menyanyikannya.
"Memang saat itu yang berbau barat, sangat dilarang. Sampai-sampai main gitar aja nggak boleh, karena gitar katanya buatan Nekolim, budaya barat," tuturnya.
Zaman sudah berlalu, kini Abadi pun leluasa mendengarkan bahkan membawakan karya The Beatles. Abadi mengungkapkan kalau The Beatles banyak memberikan pengaruh kepadanya dalam soal musikalitas.
"Beatles itu sebuah pakem, secara naluriah itu diperlukan oleh semua pemusik," tandasnya. (fjr/fjr)











































