Konser bertajuk 'LovEvolution' pada Sabtu (6/2/2010) pukul 20.00 waktu setempat, apik dibawakan Glenn dengan memainkan emosi seribu lebih penonton yang memadati Esplanade Teather, Singapura. Bagaimana tidak, mulai dari lagu romantis, sampai musik dengan beat tinggi dimainkan Glenn. Penonton pun merasakan nyawa Glenn di konser prestisius itu.
Tiket untuk menonton konser perpisahan sementara Glenn itu dibandrol mulai dari 30 Dolar Singapura hingga 180 Dolar Singapura. Seratus CD album Glenn terbaru juga dijual. Namun yang 30 CD di antaranya telah ditanda tangani Glenn, dan dibandrol dengan harga 30 dolar Singapura. Sedangkan yang tidak ditanda tangani dijual seharga 20 dolar Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, 'How Can I', 'Belum Saatnya', 'Kisah Romantis', dan 'Kasih Putih' menghanyutkan penonton dalam suasana romantisme yang kental. Ditambah kebanyakan mereka yang menonton berpasangan mulai dari pasangan muda sampai berumur.
Dalam 'LovEvolution', Glenn pintar memainkan emosi penonton. Emosi penonton diayun-ayun dengan bermacam-macam nada, tema, dan karakter lagunya. Glenn pun akrab dengan para penonton konsernya. Berulang kali ia membalas sapaan dan teriakan penonton yang histeris, "Hey, are you okay?," balas Glenn seraya tertawa.
Di konser yang berlangsung selama 2 jam lebih itu, Glenn berulang kali menegaskan kalau dirinya tak akan gantung mic. Ia juga tak ingin 'LovEvolution' dianggap sebagai konser terakhirnya. Hanya saja di masa depan, ia akan lebih banyak berkarya dengan melihat musik dari kacamata Indonesia Timur.
"Sampai detik ini saya membawa Indonesia di panggung yang berbeda, dan saya bangga menjadi orang Indonesia. Saya tidak akan meninggalkan musik, ini sudah menyatu. Selanjutnya saya akan melihat musik dari kacamata Indonesia Timur," begitu ujar Glenn berkomunikasi dengan para penontonnya.
Nuansa akustik begitu kental di 'LovEvolution'. Glenn beberapa kali membawakan hitsnya sambil bergitar. Termasuk dalam lagu Michael Jackson, 'Human Nature'. Glenn mengaku, King of Pop itu sangat mempengaruhi gaya bermusiknya. Bahkan karakter suara Glenn juga terinspirasi dari Michael Jackson.
Alunan romantisme berhenti sementara di 'Nyali Terakhir'. Lagu itu ia persembahkan untuk Ivan Saba, yang menikah tepat di hari konsernya itu. Ivan yang kerap menjadi backing vocal Glenn sudah dianggapnya sebagai adik sendiri. Oleh karena itu Glenn pun meminta maaf untuk tidak bisa datang. "Lagu ini untuk adik saya yang telah bernyali besar mempersunting mantan pacarnya. Dia akan menjadi good man," katanya.
"Ayo kembali ke Timur," seru Glenn membuka suasana nge-beat dengan lagu 'Rame-rame'. Teriakan itu sebagai sinyal Glenn akan kembali berkarya dan mengangkat daerah kelahirannya di Maluku. Agar susana semakin 'panas', Glenn pun mengajak penonton untuk beranjak dari tempat duduknya dan berjoget. Terus berjoget sampai 'Terpesona' mulai mengalun. Penonton pun duduk kembali dan masih ikut bernyanyi.
Dalam setiap konser, biasanya penonton akan 'tertipu' seolah-olah konser telah berakhir. Emosi dan antusias penonton dibiarkan mencapai titik klimaks. Hal itu juga dilakukan Glenn, 'Cuma Kamu' dijadikan pancingan supaya penonton terus berteriak meminta tambah durasi. Glenn pun memberikannya.
Di durasi tambahan konser, Glenn tak tanggung-tanggung memberikan lagu. 'N.O.B.Y' membuka permainan Glenn untuk mengacak-acak semangat penonton. Ia pun kembali 'menipu' penontonnya, dikira konser telah berakhir.
Namun mantan suami Dewi Sandra itu melanjutkannya dengan 'Januari'. Penonton semakin menggemuruh bertepuk tangan. Terus bertepuk tangan, penonton kembali diajak bergerak lewat 'My Everything'. Dan akhirnya 'Karena Cinta' sudah benar-benar mengakhiri konser Glenn. Penonton yang sebelumnya gemuruh, sejenak hening melihat ending konser yang menggambarkan akhir dari karir Glenn di industri musik. Masing-masing pemain band yang mengiringi Glenn pergi satu persatu seraya menyalami Glenn yang terus bermain gitar perlahan.
Dan Glenn pun hilang ditelan kegelapan... (ebi/eny)











































