Meski musisi muda lebih berkibar beberapa tahun belakangan, Trio Libels yakin kalau mereka belum terlalu kuno. "Nggak ada minder, tapi suka mikir suara kita kuno apa nggak,tapi akhirnya sangat terbantu dengan dukungan-dukungan dan kita juga merasa nggak kuno-kuno amat," jelas Ronny Sianturi saat ditemui bersama personel Trio Libels yang lain di Black Cat Lounge, Plaza Arcadia, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2010).
Trio Libels yakin masih ada tempat di pasar musik Indonesia. Apalagi dukungan yang mengalir agar Trio Libels kembali eksis memang benar-benar ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maklum sejumlah penulis lagu dan produser memiliki keraguan mengenai prospek bisnis Trio Libels di pasar musik Indonesia sekarang ini.
"Kita sudah hubungi beberapa pencipta lagu yang ngetop, tapi kita malah dicuekin. Kita telepon lagi nggak diangkat dan cuma Pongky aja yang ngangkat," tutur Edwin.
Akhirnya perusahaan rekaman Musica Studio lewat bosnya, Ibu Acin, menampung hasrat Trio Libels yang dibentuk pada tahun 1983 silam itu untuk membuat album baru.
"Musik adalah bagian dari roh kita dan sudah mendarah di kami, makanya ada kesempatan kami bersyukur sekali," tandas Ronny.
(fjr/hkm)











































