Rugi Rp 500 Juta, Panitia Konser Ridho Rhoma Gugat Bupati

Rugi Rp 500 Juta, Panitia Konser Ridho Rhoma Gugat Bupati

- detikHot
Jumat, 11 Des 2009 12:34 WIB
Rugi Rp 500 Juta, Panitia Konser Ridho Rhoma Gugat Bupati
Surabaya - Pencekalan konser artis dangdut Ridho Rhoma di Kota Pamekasan berbuntut panjang. Pantia akan menggugat perdata Bupati Pamekasan, karena dianggap telah merugikan pihaknya.

Berkas gugatan rencananya akan didaftarkan di Pengadilan Negeri Pamekasan. Rencana gugatan itu disebabkan panitia batal menggelar konser dan merugi sebesar Rp 500 juta.

"Untuk segala persiapan mendatangkan Ridho Rhoma ke Pamekasan, saya telah mengeluarkan biaya hampir Rp 500 juta. Tapi, secara sepihak Pak Bupati mencabut izin yang sebelumnya telah kami kantongi," sesal H Imam Maskun, ketua panitia saat dihubungi detiksurabaya melalui ponselnya, Jumat (11/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam Maskun yang tercatat sebagai seorang pengusaha di Kota Banyuwangi itu, mengaku sebelumnya pihaknya telah menyanggupi seluruh persyaratan yang diajukan oleh Bupati Pamekasan lewat Kepala Bagian Kesra. Salah satunya, larangan menghiasi konser Ridho Rhoma dengan penari latar yang seksi.

"Tapi entah kenapa, tiba-tiba secara sepihak pak bupati melarang kami meneruskan konser Ridho Rhoma. Yang menyakitkan hati saya adalah pada saat pengajuan izin pertama saya diterima langsung Bupati. Tapi kenapa saya diping-pong menghadap Kepala Bagian Kesra yang akhirnya tidak muncul. Saya menerima surat pencekalan dari staf Kesra," jelas Imam Maskun.

Sebenarnya pencekalan konser Ridho Rhoma tidak harus terjadi jika bupati beserta stafnya berbuat terbuka. "Jika hanya khawatir konser dihiasi tari-tarian seronok di atas panggung, mestinya sudah dibicarakan sejak awal perizinan saya daftarkan," cetus Imam.

Imam menenggarai, pencekalan konser Ridho Rhoma diduga melanggar Program 'Gerbang Salam' yang di kampanyekan di Pamekasan. 'Gerbang Salam' adalah progaram Gerakan pembangunan Masyarakat Islami yang belakangan digaungkan di Kabupaten Pamekasan.

"Mungkin saja para pejabat di Pamekasan memandang konser dangdut bakal melanggar program 'Gerbang Salam' sehingga akhirnya kami dicekal," kata Imam. (bdh/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads