Untuk menggarap album 'The Boy Who Knew Too Much', pria bernama asli Michael Holbrook Penniman itu menyewa sebuah rumah mewah di Los Angeles. Ternyata hal tersebutlah yang tak disukai sang ibunda.
"Ibuku memberi kutukan gipsi kepada saya dan bilang lebih banyak uang yang saya habiskan untuk kenyamanan, maka akan buruk album yang hasilkan," ujar Mika dikutip detikhot dari Contactmusic, Selasa (8/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibunda pelantun hits 'Lollipop' itu selalu mengajarkan Mika untuk bekerja keras dan tidak berlebihan menghamburkan kesuksesan. Mika pun setuju dengan hal itu.
"Uang adalah masalah besar buat saya, karena saya tak pernah bisa bayar tagihan, tapi sekarang saya bisa. Tapi bagi ibu saya, karir saya tidak akan pernah hanya tentang sukses komersial semata. Ini tentang disiplin," tuturnya.
Album ini akan jadi kelanjutan dari 'Life in Cartoon Motion' yang dirilisnya tahun 2007. Mika lagi-lagi bekerjasama dengan produser Greg Wells. Single perdananya 'We Are Golden' telah dirilis Juli 2009 lalu. Sementara album ini akan mulai beredar di pasaran 21 September mendatang.
(yla/yla)











































