Awalnya hanya satu atau dua band yang beraliran Melayu, seiringnya waktu band-band itu pun mulai menjamur. "Tadinya nggak masalah tapi akhirnya jadi masalah," ujarnya saat dihubungi lewat telepon, Jumat (8/5/2009).
Masalah yang dimaksud David adalah banyaknya band non Melayu yang akhirnya tidak mendapat tempat di industri musik. "Teman ada yang curhat mereka (band non Melayu) diketawain sama produser karena lagunya nggak seperti ST-12 dan Hijau Daun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi produser nggak ngembangin artisnya malah dibatasi, dibikin sama semua. Kan aneh, pilihan musik orang beda-beda malah dibikin sama," pungkasnya.
(hkm/hkm)











































