Terhambatnya penerbangan Jens dari Cina membuat solois indie asal Swedia itu harus membatalkan penampilannya di Auditorium RRI, Jl Diponegoro, Bandung. Panitia tak kehabisan akal. Mereka menyodorkan The Whitest Boy Alive yang tadinya adalah tamu rahasia dalam konser tersebut.
Konser dibuka dengan penampilan 3 band indie, Hollywood Nobody, Astrolab juga Homogenic sekitar pukul 20.00 WIB. Masing-masing band menghabiskan waktu selama 30 menit membawakan hits-hits mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlend yang juga vokalis dari band Kings of Convenience pun tak henti-hentinya mengajak penonton berjingkrak. Tak ketinggalan mereka pun sempat memainkan lagu-lagu DJ Tiesto dan berdansa. Para personel band beraliran musik electronic dance itu pun turut menari ke sana kemari.
Sebut saja saat sang pemain piano rhodes, Daniel dan Erlend meninggalkan alat musik mereka dan berdansa bersama. Juga saat Marcin tak kehabisan akal memainkan bassnya kala kabel sound bermasalah. Marcin memegang gitar bersenar itu seolah biola bahkan ia meniupnya bak terompet.
Belum lagi aksi sang drummer Sebastian yang minta difoto bareng penonton. Ia sampai duduk di tepi panggung bersama Marcin dan mulai mengabadikan momen tersebut.
"Kita tak pernah lupa untuk foto-foto. Dan di Indonesia kita juga tak akan melewatkannya," ujar Erlend di atas pentas.
Sekitar pukul 23.40 WIB keempatnya menginggalkan pentas. Sebelum berlalu Marcin berulah lagi. Ia menghampiri microphone dan mulai berteriak. "Sekali lagi.. sekali lagi. Foto-foto," tuturnya sambil mengarahkan kamera saku ke arah penonton.
Sambil berusaha mengingat apa yang ingin ia katakan selanjutnya, Marcin pun berujar "terima kasih" lalu berlalu di belakang panggung. Rupanya pria berkaos putih itu lupa bagaimana mengucapkan thank you dalam bahasa Indonesia.
Setelah encore teriakan "we want more" The Whitest Boy Alive kembali naik ke pentas. Mereka membawakan 2 lagu sebagai penutup konser manis mereka selepas hujan di kota Bandung tepat pukul 23.50 WIB.
Absennya Jens Lekman tentu saja disayangkan banyak penonton. Namun ternyata The Whitest Boy Alive membuat impas pertunjukan. Tak ada lagi nada keluhan setelah konser selesai. Para penonton meninggalkan area konser dengan senyuman dan pengalaman menonton konser yang tak terlupakan.
Tanggal 29 November 2008 lalu The Whitest Boy Alive sempat pentas dalam acara Beatfest di Bengkel Night Park, Senayan, Jakarta. Walau begitu konser ini tak sia-sia. Banyak penonton Bandung yang melewatkan Beatfest akhirnya dapat mengobati kekecewaan mereka kali ini. Namun walau demikian, Ffwd Records selaku panitia tetap meminta maaf secara lisan dan tertulis atas batalnya kedatangan Jens ke Indonesia. Sepertinya The Whitest Boy Alive sudah cukup membayar keabsenan Jens kok. j (yla/yla)











































