Pangeran Abdulla Al-Khalif, asal Bahrain, mengungkapkan kalau ia dan Jacko pada awalnya akan menjalin kerjasama. Al-Khalif bersedia membantu melunasi hutang-hutang pelantun 'Smooth Criminal' itu jika Jacko mau membuat album eksklusif.
Album eksklusif itu tentu dibuat di perusahaan rekaman milik Al-Khalif. Jacko pun menyanggupi tawaran tersebut dan berjanji akan membuat dua album sekaligus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa ditipu, sang pangeran pun menuntut Jacko ke pengadilan. "Tuan Jackson selalu berjanji akan membayar kembali uang telah diterimanya dan akan kembali menjalin kerjasama," ujar Al-Khalif seperti dikutip detikhot dari The Sun, Rabu (19/11/2008).
Pengacara Al-Khalif pun mengaku kecewa dengan sikap Jacko yang dinilainya sangat tidak bertanggung jawab. "Dia (Jacko-red) benar-benar tidak menghagai kebaikan klien kami yang telah diterimanya," imbuh Barrister Bankim Thanki, pengacara Al-Khalif.
Namun pihak Michael Jackson menolak semua tuduhan Al-Khalif. Menurut Jacko, lewat perwakilannya, menuturkan kalau pihaknya sama sekali tidak pernah mendatangani perjanjian apapun ataupun menerima uang sepeser pun seperti yang dikatakan oleh Al-Khalif. (fjr/kee)











































