Sebanyak seribu kopi telah disiapkan Icom (drum), Idea (gitar) Dony (bass), Yanna (vokal) dan Guggie (add gitar). Mereka bahkan menggandakan juga membuat sampul albumnya sendiri. Benar-benar homemade bak kerajinan tangan.
"Mini album ini disupport label. Tapi proses penggarapannya kita kerjain bareng-bareng. Dari bikin cover di CD, ngeguntingnya, ngelipatnya juga ngelemnya. Tiap anak dapat kerjaan, kayak pabrik. Kita nyoba ngopi 300 keping ternyata gempor juga" ujar Icom berbincang dengan detikhot via ponselnya, Kamis (28/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak ngambil keuntungan sama sekali semua buat amal. Main band setahun, kita satu bulan beramal kan nggak masalah. Meskipun ada unsur bisnisnya sedikit. Digitalnya kan ada tapi akan disumbangkan ke panti asuhan," jelas Icom.
Album religi ini memuat 3 lagu bernafas Islam. 'Seperti Kapas' yang bercerita tentang pencarian jati diri. 'Jangan Tinggalkan Aku' tentang penyadaran diri dan 'Di Mana Akhir Ceritaku' berkisah soal pengakuan dosa.
"Waktu bikin ini justru mentalnya yang susah. Tapi kita akhirnya dapat sudut pandang baru. Secara aransemen masih Marvells banget nggak ada bedanya, tapi liriknya yang beda. Nuansanya yang lain," tutur Icom ramah.
(yla/yla)











































