Danny (vokal) dan Mark (gitar) sebelumnya punya band bernama MyTown. Namun nama band tersebut tak begitu melejit. Hingga akhirnya Danny memilih untuk menggarap proyek sampingan dan begitu juga Mark.
Ketika berbincang dengan detikhot di Fort Canning Hotel, Fort Canning Road, Singapura, baru-baru ini Glen menceritakan bagaimana mereka bertiga bisa bersama. Bukan sebuah kesengajaan yang direncanakan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Danny bilang apakah kamu mau main drum. Saya bilang tentu saja saya akan membantu. Saya tak pernah berpikir untuk ngeband dengannya. Saya hanya membantu apa yang dia kerjakan," terang Glen.
Namun sepulang dari Los Angeles, Glen merasa akan ada sesuatu dengan mereka bertiga. Firasat Glen pun benar. Setelah ia kembali ke Dublin, Mark lagi-lagi menelponnya mengatakan sebuah label rekaman tertarik dengan mereka bertiga.
"Label bertanya sejak kapan kalian ngeband bareng dan Mark ngaku telah membentuk band itu selama 8 bulan. Tentu saja itu bohong. Kami hanya sekumpulan teman yang hang out bersama. Label ingin mengontrak kita sebagai band. Mereka pikir kita satu band. Tapi buat saya itu sesuatu yang hebat," jelas Glen.
Putus asa bermusik pernah dirasakan Glen. Bukan hanya Glen, Mark dan Danny pun mengaku belum mendapatkan apresiasi yang layak pada karya mereka. Namun ternyata setelah bertiga, keberuntungan menyapa pelantun hits 'The Man Who Can't be Moved' itu.
"Tiba-tiba pintu terbuka, jadi kami tetap bersama. Kami saling menghargai kemampuan dan bakat masing-masing. Kami merasa lebih kuat ketika bersama ketimbang berpisah," akunya.
Lagu-lagu dalam dua album The Script seperti sebuah skenario yang menyuguhkan cerita. Apakah juga sebuah ketidaksengajaan memilih nama The Script sebagai identitas mereka?
"Sebenarnya lirik-lirik dan lagu itu datang duluan dan setelah itu baru nama muncul. Kami memulai band ini di Los Angeles dan orang-orang di sana selalu menanti cerita baru, film baru. Kami muncul dari ide itu. Berharap terus dinanti cerita dari kami," tandas Glen dengan ramah.
Konser The Script yang diprakarsai promotor Lamc Production dan Midas Promotions di Fort Canning Park, Singapura, Selasa (12/4/2011) berlangsung sukses. Meski arena konser becek karena hujan deras, 4 ribuan orang tidak bergeming menonton aksi mereka tanpa beranjak.
(yla/yla)











































