Musik Carlos Santana Tak Pernah Jauh dari Cahaya Tuhan

Eksklusif Detikhot

Musik Carlos Santana Tak Pernah Jauh dari Cahaya Tuhan

- detikHot
Senin, 07 Mar 2011 15:09 WIB
Musik Carlos Santana Tak Pernah Jauh dari Cahaya Tuhan
Jakarta - Beberapa hari lalu, gitaris kenamaan Carlos Santana datang ke Tanah Air untuk tampil di 'Java Jazz 2011'. Digandeng label Sony Music, detikhot pun bisa berbincang langsung bersamanya.

Santana sangat santai mengenakan celana putih, jaket tipis hippies dan topi fedora. Ia sangat ramah meskipun rona lelah terpancar di wajahnya. Pria asal Meksiko itu mencermati setiap pertanyaan yang diberikan pewarta, berpikir sebentar, lalu menjawab dengan pasti.

Pria yang kini berusia 63 tahun itu sangat bersahaja. Setiap kata yang tertutur dari bibirnya penuh makna. Yang paling kentara, Santana selalu mengikutsertakan cahaya Tuhan dalam setiap jawabannya. Sepertinya ia sangat percaya bahwa hal baik yang bisa terlontar dari dirinya, semua adalah milik Tuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santana yang baru tiga bulan lalu menikah lagi itu percaya akan besarnya kekuatan cinta. Cinta dapat mengubah semuanya menjadi lebih indah.

Cerita dong tentang karya yang pernah terlahir dari seorang Carlos Santana?


Setiap karya saya biasa saja. Tapi saya selalu membuat orang mengingat bahwa siapa saja bisa menciptakan keajaiban. Kita bisa menciptakan kedamaian. Dengan cinta semua bisa dilakukan. Musik saya selalu punya cinta di dalamnya, walau saya tidak memasukkan kata cinta. Tuhan membimbing saya menemukan cahaya cinta.

Bagaimana komentar Santana tentang perselisihan agama?

Seharusnya orang bisa saling menghormati, antara satu agama atau berbeda agama. Kalau mereka saling menghancurkan mungkin Tuhan mereka bukan God tapi Godzilla. Karena Tuhan itu penuh cinta. Cinta tidak pernah menghancurkan sesama. Kemarahan spiritual itu hanyalah perbuatan Godzilla. Buat teroris atau siapapun yang punya keinginan menghancurkan orang, cobalah berkaca dan bilang bahwa Tuhanmu Godzilla, bukan Tuhan yang sesungguhnya.

Apa band yang paling spesial untuk Santana?

Saya fans beratnya The Doors. Saya kadang bergaya seperti mereka. Sedikit hippies tapi berkelas. Mereka band paling misterius bagi saya. Mereka sangat luar biasa. Yang lain juga hebat seperti The Beatles dan banyak lagi. Tapi The Doors selalu punya tempat spesial di hati saya.

Ada lagi musisi yang ingin Santana ajak kolaborasi?


Saya ingin rekaman dengan Prince, Sting, juga pemain gitar klasik. Tapi yang paling saya inginkan adalah berkolaborasi dengan musisi tak dikenal. Orang muda atau siapapun yang berlatih di garasi rumahnya, di Jakarta atau bisa jadi di mana saja. Terkenal itu nggak penting. Yang penting punya lagu bagus, keinginan besar dan berbakat. Semua itu hadiah dari Tuhan.

Apa yang biasanya Santana lakukan sebelum berkarya?

Meditasi. Saya memasang lilin, berdoa dan memanjatkan kata-kata indah untuk Tuhan. Saya berdoa semua orang yang akan menonton konser saya akan diberkati. Mereka selamat ketika berangkat dan pulang nonton konser. Mereka bisa menikmati karena itu konser saya akan jadi hadiah dari Tuhan buat mereka. Saya hanya media saja.

Ada pesan lain dari Santana?


Tentu. Apapun yang kamu lakukan, jangan pernah melupakan berkah Tuhan. Percaya bahwa cahaya Tuhan pasti membimbing ke jalan yang paling tepat bagimu. Saya selalu begitu. Saya merasa hidup saya diberkati setiap saat. Saya bahagia karenanya.

Perbincangan singkat dengan Santana sungguh menyegarkan. Ia pun dengan suka cita memberikan tanda tangan dan meladeni foto bersama.

"Jangan pernah menyangsikan cahaya Tuhan. God bless you," pesan Santana kepada detikhot.

Dalam pagelaran 'Java Jazz' yang berlangsung pada 4, 5 dan 6 Maret 2011 di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Santana tampil dua kali. "Same lips, same tounge is different french kiss," tuturnya.

(yla/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads