Awal Hidup Indah Maliq & d'Essentials

Awal Hidup Indah Maliq & d'Essentials

- detikHot
Jumat, 29 Okt 2010 12:40 WIB
Awal Hidup Indah Maliq & dEssentials
Jakarta - Delapan tahun bukan perjalanan yang singkat bagi band Maliq & d'Essentials. Namun setelah merilis album keempatnya, mereka baru merasakan awal hidup yang indah.

Semua kegembiraan dan kegelisahan pun mereka tuangkan dalam album 'The Beggining of a Beautifull Life'. Sebuah album yang terkesan lebih "eksklusif" dari yang sebelumnya.

Ketika berbincang santai dengan detikhot, baru-baru ini, para personel Maliq & d'Essentials pun berbagi banyak kisah. Butuh waktu 6 bulan untuk menyelesaikan album tersebut. Album yang hanya berisikan 7 lagu itu dianggap sangat mewakili Maliq & d'Essentials yang sekarang. Jika sebelumnya mereka dibantu label untuk membuat keputusan. Kali ini semua dikerjakan sendiri. Mereka mempercayakan Eq Puradiredja sebagai produser.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadang dalam satu album ada yang ngasih 12 track, tapi yang benar-benar cuma sedikit aja, sisanya buat pelengkap album. Kita nggak mau begitu. Tujuh lagu di situ yang terbaik dari kami, dan nggak mau maksain. Tapi kalau lagu sih banyak," ujar Widi sang drummer.

Bersamaan dengan album, Maliq & d'Essentials juga merilis buku dengan judul sama. Buku tersebut berisikan foto-foto dan cerita dari personelnya. Tidak main-main, mereka menulis sendiri.

"Kisah di buku ini nggak ada yang klise. Nggak ada yang direkayasa biar bagus atau apapun. Benar-benar terjadi. Pusingnya gue nggak pengalaman banget sama titik koma. Jadi koreksinya banyak," jelas Widi.

"Lha kalau gue, titik koma banyak banget, jadi malah nggak ada tulisannya. Isinya tanda baca semua," canda Jawa.

Buku tersebut bisa dipesan di manajemen Maliq & d'Essentials dengan harga Rp 300 ribu plus CD. Cita-cita Maliq & d'Essentials hampir lengkap. Lalu bagaimana awal kehidupan yang bahagia bagi mereka?

Musisi dulu dianggap bukan pekerjaan. Butuh pembuktian dan sekarang udah bisa. Kita bikin ini dari nol dan sekarang udah bisa eksis itu awal paling membahagiakan buat gue. Secara materi, perasaan semua udah dapat (Angga - vokal).

Saya nggak pernah tahu kalau mau kerja jadi apa. Dulu saya atlet renang. Nggak kepikiran jadi musisi. Buat saya, saya jadi punya cita-cita baru. Jadi punya sesuatu yang saya cintai banget buat dikerjain. Saya punya kebanggaan tersendiri sekarang (Indah - vokal).

Kehidupan indah yang menurut gue sekarang ini part dalam hidup gue terisi. Punya keluarga baru di luar keluarga asli. Kerja dengan passion dan cinta (Jawa - bass).

Tenang, aman, nyaman, sehat sentosa (Lale - gitar).

Bisa merealisasikan mimpi kita mau jadi apa sesuai dengan passion kita. 50% itu sudah terwujud jadi hal terindah. Ngeband adalah kerja paling menyenangkan di dunia (Widi - drum).

Hari ini adalah awal terindah bagi Maliq juga saya. Tapi setelah saya berhasil menyelesaikan S2 jadi kesenangan sendiri ketika Maliq ada bersama saya (Ifa - kibord).

Kini Maliq & d'Essentials tinggal berenam. Amar sang saxophone memutuskan untuk hengkang karena kesibukannya berkarier di bidang lain. Namun tidak perlu heran jika Anda masih bisa menemukan Amar di pentas Maliq & d'Essentials. Karena untuk urusan manggung, selama waktunya ada Amar tetap bersama Maliq & d'Essentials. (yla/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads