Band yang digawangi Chaidir Didit (vokal), Syahril Wahyudi (gitar), Ariawira Pratama (gitar) dan Haryo Pratama Dewandaru (drum) itu sebelumnya pernah merilis dua album indie di Bali. Tahun 2006 mereka merilis 'Lukisan Dunia' dan 'Terus Melangkah' di 2008.
Di bawah label Nu Buzz, lagu 'Sayounara' pun dirilis. Lirik lagu tersebut ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Jepang. Kisahnya memang tentang ketertarikan seseorang terhadap gadis Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski karya andalan mereka sedikit bernuansa Jepang, namun tidak dengan musiknya. The Sora protes jika disebut mengusung aliran musik pop atau rock Jepang.
"Yang baru tahu kita di dunia maya, pasti bilangnya kita J-Pop, atau J-Rock. Padahal lagu yang lain pun macam-macam nuansanya," jelas Aria sang gitaris.
Genre musik mereka mix pop dengan banyak nuansa. Sedikit rock dan jazz juga ditambahkan dalam lagu-lagu The Sora lainnya.
"Konseptual bermusik kita yang agak-agak indie. Untuk sisi komersialnya hanya beberapa persen. Komersil cuma kemasannya aja," jelas Didit.
Mau dapat hadiah spesial dari The Sora. Simak wawancara dengan The Sora dan tunggu kuis spesial dari mereka!
(yla/eny)











































