Sebelas tahun setelah "Toy Story 2", Andy kini berumur 17 tahun dan siap memasuki dunia kampus. Ia memilih untuk menyimpan mainannya di gudang. Kecuali satu mainan kesayangannya, koboi Woody, yang akan dibawanya.
Dengan sedih, Woody menyaksikan kawan-kawannya dimasukkan ke tas plastik dan dibawa menuju ke loteng. Namun, sebuah insiden mengubah jalan hidup mainan-mainan itu, dan nasib mengantarkan mereka ke sebuah tempat penitipan anak bernama Sunnyside. Keluarga mainan yang merasa sudah tak dibutuhkan lagi itu merasa gembira karena akhirnya menemukan tempat yang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat 'Toy Story 3', Studio Pixar semakin membuktikan diri sebagai salah satu pembuat film terbaik di planet bumi ini. Sutradara Lee Unkrich ("Toy Story 2", "Finding Nemo") juga kembali berhasil menyenangkan sekaligus mengharu-biru anak-anak maupun orang dewasa. Kali ini, berkerja sama dengan Michael Arndt ("Little Miss Sunshine") sebagai penulis naskah, film pamungkas sekuel Toy Story ini tampil dengan cerita yang kuat, matang dan sedikit "gelap".Β
Dengan katakternya masing-masing, mainan-mainan hidup dalam film ini-Buzz Lightyear sang jagoan dari angkasa, koboi perempuan Jassie dan kudanya Bullseye, suami istri Mr & Mrs Potato Head, Slinky si anjing pegas, dan celengan babi Hamm-memberi kita momen-momen indah, lucu, sedih dan menegangkan. Ini adalah sebuah film keluarga yang sempurna: kita seperti duduk bersama di atas roller coaster, dan berakhir dengan kelegaan yang luar biasa.
(eny/eny)











































