"Demo ini bukan hanya untuk film ML saja. Bukan film ML aja yang kita protes, kita kecam. Tapi film-film sebelumnya seperti BCG, Virgin, Arisan dan Quickie Express. Film-film itu bukanlah film yang mendidik," tegas Koordinator demo mahasiswa tersebut, Ivan Ahda yang mengaku dari Universitas Indonesia, saat ditemui di Gedung LSF, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).
Sekitar 500 mahasiswa bersatu dalam Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa. Aliansi itu di antaranya terdiri dari organisasi seperti Amorno (Aliansi Masyarakat Anti Porno), FIM (Forum Indonesia Muda), ASA Indonesia (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia) dan LMPI (Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia).
Para pendemo datang ke kantor LSF dengan berjalan kaki dan menggunakan beberapa truk serta mobil. Selain orasi mereka juga membentangkan sejumlah spanduk dan poster.
Beberapa yang ditulis di spanduk dan poster adalah, 'Usir Produser Film Cabul,' 'LSF=Lembaga Senang Porno' dan 'ML, Maksud Lho Maksiat Lagi, Puas, puas.'
Rencananya lima orang perwakilan dari pendemo akan ditemui oleh Wakil Ketua LSF Sucipto. Ketua LSF, Titi Said berhalangan hadir.
(eny/eny)











































