"Gue yakin banget 100 %, cuma salah miss persepsi gara-gara trailer yang beredar di internet," jelas Thomas saat berbincang dengan detikhot melalui telepon Selasa (13/5/2008).
Trailer yang beredar di internet itu menurutnya tidaklah sama dengan trailer yang kini tayang di televisi. Dalam trailer yang edar, memang 'ML' seolah-olah seperti menampilkan pornografi. Padahal katanya, dalam film produksi Indika Entertainment itu, Thomas ingin memberitahu pada remaja agar lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan.
"Gue sangat kecewa banget. Gue bikin ini bukan untuk ngerusak. Nggak seperti yang di TV kalau malam itu," jelasnya.
Jika MUI melakukan pelarangan berdasarkan novel 'ML', Thomas meminta pihak MUI melakukan pertimbangan lagi. Menurutnya apa yang ditampilkan di novel berbeda dengan film.
"Film nggak bisa sebebas orang ngayal kayak baca novel. Saya ikut aturan, ciuman nggak boleh lebih dari 10 detik, nggak boleh kasih lihat anggota tubuh, nggak boleh menampilkan SARA," urai pria yang juga pernah menyutradarai film 'Gue Kapok Jatuh Cinta' itu.
Soal filmnya yang dianggap melecehkan perempuan, Thomas juga keberatan. Ia mengakui pada awal film ada kesan perempuan dilecehkan. Namun belakangan dalam film tersebut diceritakan kalau pria hidung belanglah yang justru kena batunya. (eny/eny)











































