DPRD Riau Minta Pertanggungjawaban Dana FFI

DPRD Riau Minta Pertanggungjawaban Dana FFI

- detikHot
Senin, 21 Jan 2008 17:35 WIB
DPRD Riau Minta Pertanggungjawaban Dana FFI
Jakarta - Pihak DPRD Riau akhirnya melakukan hearing dengan Dinas Pariwista Riau untuk meminta pertanggungjawaban dana FFI Rp 7,2 miliar. Anehnya saat hearing banyak anggota dewan yang bungkam. Sudah ada deal?

Sebelumnya anggota DPRD Riau banyak yang mengkritis jalannya FFI di Pekanbaru pertengahan tahun 2007 lalu. Tapi ketika dilakukan hearing, Senin (21/1/2008) antara Komisi D dengan Dinas Pariwisata, banyak anggota dewan yang lebih memilih diam. Dari sejumlah fraksi yang tergabung  di komisi itu, hanya fraksi PKS yang menyatakan tidak puas atas penjelasan Dinas Pariwisata Riau selaku penyelenggaran FFI 2007.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Riau Joni Irwan yang juga adik ipar Gubernur Riau, Rusli Zainal tersebut menyebutkan, bahwa pelaksanaan FFI di Pekanbaru berjalan lancar dan sukses. Dari jumlah dana yang disediakan Rp 7,2 miliar, hanya terpakai Rp 6,1 miliar.

“Masih ada sisa anggaran Rp1,1 (miliar-red) yang akan kami kembalikan ke kas daerah. Kami juga siap untuk dilakukan audit oleh pihak BPKP,”  terang Joni Irwan.

Penjelasan Kadis Pariwisata Riau itu, tidak mendapat kritikan apapun dari sejumlah anggota Komisi D DPRD Riau. Anggota komisi terkesan  bungkam atas penjelasan panitia walau tidak merinci secara jelas soal penggunaan dana publik itu.

Bungkamnya sejumlah anggota dewan itu menimbulkan kabar tak sedap. Diduga sebelum dilakukan hearing pihak panitia sudah melakukan lobi-lobi politik ke sejumlah  anggota dewan. Lobi itu dilakukan agar anggota dewan tidak mempersoalkan soal penggunaan dana tersebut.

“Sebelum komisi kita hearing, sejumlah anggota dewan ditelepon sejumlah panitia untuk melakukan deal-deal tertentu. Termasuk saya yang dilobi untuk tidak terlalu mengkritisi atas laporan pertanggungjawaban dana FFI. Mana ada pengguna anggaran yang jujur,” terang angota dewan yang minta namanya tidak disebutkan.

Sedangkan fraksi PKS, Taufik Hidayah, menyebutkan, pihaknya kurang puas atas penjelasan Dinas Pariwisata Riau yang tidak merinci  penggunan dana publik itu. Laporan yang diberikan sifatnya global dan tidak terperinci. “Saya kurang puas atas laporan panitia FFI.  Kami berharap penggunaan dana APBD ini sebaiknya diuadit saja,” terang Taufik.

Indikasi lain yang sulit dipertanggungjawabkan, panitia FFI adalah, soal mereka mengklaim menganggarkan dana juga di luar media pantner  SCTV. Dana itu disalurkan untuk TV swata lainnya dalam mendukung  liputan FFI yakni, RCTI, Indosiar, Global TV, Metro  TV, TPI, Trans TV, Antv, Trans7 , Lativi, TVRI.

Tapi sejumlah wartawan TV di Pekanbaru merasa tidak pernah  dilibatkan dalam acara FFI. “Itu cuma akal-akalan panitia saja menyebut sejumlah tv swasta nasional ikut dilibatkan dalam acara FFI,”  kata wartawan TV yang enggan disebukan namanya. (cha/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads